Zaky

Dari Desa Onje, Kecamatan Mrebet, lahir pemuda berbakat bernama Zaky Nur Faozan atau yang akrab disapa Zaky. Zaky merupakan putra bungsu dari pasangan Bangun Irianto dan Riyati yang lahir 4 Februari 2004. Sejak usianya 5 tahun, Zaky mulai menyukai dunia bola.

Kegemarannya itu ternyata diturunkan dari sang ayah yang ternyata memiliki hobi yang sama.  Di usia yang masih muda, Zaky terus mengembangkan hobinya menjadi bakat yang luar biasa. Zaky terus mengasah bakatnya dengan giat berolahraga dan berlatih sepak bola.

Dari sudut kota Purbalingga, Zaky beranjak melanjutkan pendidikannya ke kota seberang. Di SMP Negeri 2 Purwonegoro, Zaky mencari ilmu dan mengasah kemampuan yang dimilikinya. Besar cintanya pada dunia bola membuat Zaky tidak ingin duduk manis tanpa aktivitas.

Berbekal kemampuan yang ia punya, ia memutuskan untuk menyertakan diri pada sebuah sekolah sepak bola yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Diklat Merden adalah sekolah sepak bola yang ia ikuti. Kemampuannya semakin terasah dengan baik setelah ia mengikuti berbagai kegiatan di Diklat Merden. Sebelum mengikuti Diklat Merden, Zaky mengikuti latihan sepak bola untuk yang pertama kalinya di Pemusatan Latihan Putra Ore-Ore Onje semasa duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Zaky pun sering diikutsertakan dalam pertandingan sepak bola baik di tingkat daerah sampai ke tingkat internasional. Perjalanannya menuju impian ternyata tak semulus yang terbayangkan. Pasti akan ada batu kerikil juga badai yang menerjang setiap langkahnya.

Zaky mengatakan ia pernah gagal saat mengikuti Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) U-14 di Solo Tahun 2017 dan Dandim Cup U-14 di Temanggung Tahun 2018. Namun, Zaky tidak pernah patah semangat, ia tetap berusaha bangkit dari kegagalan.

Mimpinya menjadi pemain sepak bola internasional membela tim nasional (timnas) tidak menyulutkan nyalinya untuk terus berlatih dan berjuang, hingga ia meraih berbagai kejuaraan di setiap pertandingan.

Zaky, pemain dengan nomor punggung 11 bermain sebagai winger (posisi sayap kiri)  dalam timnya. Nomor punggung 11 menjadi nomor kebanggaannya. Zaky ternyata memiliki kelebihan lain dalam dirinya, kaki kirinya menjadi kekuatannya saat bermain sepak bola.

Pemuda yang mengidolakan Ryan Giggs pemain Manchester United (MU) berhasil meraih berbagai prestasi. Bahkan timnya pernah menjadi salah satu yang diundang menjadi perwakilan Indonesia di ajang Rockrose Cup di Thailand. Zaky bersama rekannya berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menempati posisi kedua di ajang tersebut pada Tahun 2017.

Prestasi lain yang berhasil diraih Zaky bersama timnya yakni Menpora U-14 Juara 2 Tingkat Barlingmascakeb Tahun 2017, liga top skor juara 2 Zona Jogjakarta Tahun 2017, Juara 1 Popda Tahun 2016 dan masih banyak prestasi lain yang didapatkan baik tingkat daerah maupun nasional.

Hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi keluarganya terutama orang tuanya. Zaky, pemuda yang gemar makan sate ayam ini mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Karena bagi Zaky orang tuanya adalah inspirasi terbesarnya untuk terus meraih impiannya.

Zaky mengatakan demi meraih mimpi-mimpinya Zaky berlatih setiap hari pada sore hari sepulang sekolah. Sebelum sekolah pun ia selalu menyempatkan untuk berolahraga pagi.

Padatnya kegiatan Zaky tidak membuatnya berkeluh kesah. Bahkan club yang diikutinya tidak hanya mendidiknya untuk menjadi pemain sepak bola melainkan mengajarkan juga untuk mengaji dan hafalan quran. Hal ini rutin dilakukan Zaky, dimana setelah sekolah ia berlatih, selesai berlatih ia melanjutkan untuk kegiatan religi.

Irfan Saifuddin atau yang akrab disapa Irfan sebagai seorang kakak ungkapnya melihat potensi yang dimiliki Zaky, hanya bisa mendukung dan mensuport Zaky. “Tiap ada pertandingan yang terjangkau mesti ikut jadi supporter, kadang kalau di rumah tek ajakin jogging bareng sama main bola di Lapang Onje,” ujar Irfan.

Melihat kegiatan putra bungsunya, ibu dan ayahnya hanya bisa mendukung setiap kegiatan yang Zaky geluti. Ibu dan ayahnya juga tak pernah berhenti mendoakan demi keberhasilan dan kesuksesan putra-putranya.

Terakhir, Zaky berpesan khususnya bagi para pemuda yang memiliki potensi yang besar dalam dirinya untuk terus diasah dan jangan pernah patah semangat dalam meraih prestasi yang diimpikan. Dengan berlatih dan terus berlatih dengan giat tentunya tidak akan menghianati segala usaha yang sudah dilakukan serta diiringi doa dan restu orang tua.

Jangan berdiam diri dan bertopang dagu menunggu keberhasilan datang dengan sendirinya, melainkan jemput dan raih impian. Torehkan prestasi sebanyak-banyaknya, gali pengalaman dan tambah persaudaraan akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menjemput keberhasilan. (PI-7)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here