Anggota Yayasan Pikulan saat melakukan kunjungan ke PT Slamet Langgeng, perusahaan pembuat permen dengan merek Davos, Jum’at (14/9)

 

PurbalinggaNews, Yayasan Pikulan Belanda selain bernostalgia berkunjung ke Purbalingga, juga memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak yang secara ekonomi kurang mampu. Bantuan tersebut dalam bentuk dana pendidikan yang diberikan setiap 6 bulan sekali, untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Anggota yayasan pikulan sebagian besar merupakan generasi ke 2 eks veteran perang Belanda.

Direktur Operasional Yayasan Pikulan, Baron mengatakan 34 tahun yang lalu Great Folkerts (pendiri yayasan pikulan) telah membantu anak-anak putus sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu. Walaupun tidak banyak bantuan yang diberikan seperti bantuan beasiswa lainnya, diharapkan bantuan dari Yayasan Pikulan bisa memberikan manfaat bagi penerimanya.

“ Sampai saat ini project bantuan bukan hanya di Purbalingga saja namun ada 9, yakni  7 project di Jawa dan 2 diluar Jawa salah satunya ada di Bali. Project yang dilakukan di Purbalingga merupakan salah satu pilot project, yang paling berhasil,” katanya.

Koordinator Penerima Bantuan Yayasan Pikulan untuk wilayah Purbalingga, Sri Usdiningsih mengatakan di wilayah Purbalingga penerima bantuan ada 7 anak. Masing-masing anak menerima bantuan Rp 150 ribu perbulannya. Bantuan digunakan untuk keperluan sekolah seperti pembayaran SPP, membeli buku tulis dan keperluan lainnya.

“ Penerima bantuan harus berasal dari keluarga tidak mampu, yang mana pendapatannya kurang dari Rp 1 juta perbulan. Dana nantinya akan diterimakan 6 bulan sekali. Dari Tahun 1986 yayasan pikulan berdiri sudah banyak dibantu. Dan satu orang ada yang sampai dibantu sampai D3,” kata Sri saat kunjungan PT Slamet Langgeng, perusahaan pembuat permen dengan merek Davos, Jum’at (14/9)

Salah seorang penerima bantuan pikulan, Faizal Adi Nugroho siswa klas 10 SMA Muhamadiyah Purbalingga mengatakan sangat terbantu dengan bantuan dari Yayasan Pikulan. Bantuan digunakan untuk membayar SPP dan membeli perlengkapan sekolah, seperti pakaian seragam, buku tulis, sepatu dan tas sekolah.

Dalam nostalgianya, 19 anggota Yayasan pikulan juga diajak berwisata ke Desa Jatisaba menggunakan dokar, dimulai dari Alun-alun Selatan  ke Kodim Purbalingga, kemudian mengitari Desa Jatisaba dan Finish di Perempatan Bojong. (PI-2)

 

 

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here