Pengecekan lokasi pelaksanaan Jambore Pokdarwis Tingkat Provinsi Jawa Tengah ke 16 Tahun 2019 di Lembah Asri Serang, Senin (24/6)

PurbalinggaNews – Kabupaten Purbalingga patut berbangga karena pada kesempatan kali ini, Kabupaten Purbalingga terkhusus Desa Wisata Serang mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tingkat Jawa Tengah ke 16 Tahun 2019 yang akan digelar apda 26 sampai dengan 28 Juli 2019. Dijadikannya Desa Wisata Serang sebagai tempat pelaksanaan Jambore Pokdarwis sekaligus menjadi sarana untuk membranding Purbalingga.

“Kegiatan ini bukan sekedar kompetisi tapi sebagai sarana untuk membranding Purbalingga sebagai salah satu tujuan wisata utama di Jawa Tengah,” kata Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Trenggono saat Rapat Teknis Pelaksanaan Jambore Pokdarwis Tingkat Jawa Tengah ke 16 tahun 2019 di Lembah Asri Serang, Senin (24/6).

Selain membranding pariwisata di Purbalingga tentu sebagai sarana untuk membranding Jawa Tengah pada umumnya. Dimana memperkenalkan destinasi wisata di Jawa Tengah yang aman dan nyaman untuk dapat dikunjungi oleh wisatawan.

“Dari jambore pokdarwis ini tentunya kami ingin memperkenalkan kepada peserta destinasi wisata yang bisa menjadi ajang berdiskusi untuk pengembangan wisata,” ujar Trenggono.

Ia menuturkan Pokdarwis Purbalingga memiliki sejarah panjang yang cukup bagus. Dan Lembah Asri Serang yang merupakan tempat pelaksanaan Jambore Pokdarwis ini menjadi salah satu area yang dikelola oleh Pokdarwis sehingga bisa berkembang dengan pesat.

“Yang diharapkan jambore tersebut tidak hanya sekedar berkompetisi tapi kita juga akan belajar bersama dan salah satunya yang untuk belajar bersama adalah lokasi Desa Serang ini menjadi salah satu pertimbangan kami,” lanjutnya.

Trenggono menjelaskan tujuan dari Jambore Pokdarwis ini yakni sebagai ajang silaturahmi dan bersama-sama menimba ilmu antara pokdarwis satu dengan yang lainnya. Kemudian dari jambore inilah para peserta dapat memperluas jejaring untuk saling mempromosikan wisata yang ada di daerahnya masing-masing.

“Jejaring promosi ini dalam artian tidak mungkin kita akan berjualan sendiri-sendiri karena pariwisata. Seperti Pokdarwis Serang bisa menjual wisatanya pada Pokdarwis Brebes, bisa dijual di Klaten, bisa juga di Cilacap,” jelas Trenggono.

Demikian pula ia menambahkan ada rangkaian paket apapun dari pokdarwis lain dapat dijual di Jambore Pokdarwis ini. Dari sinilah pokdarwis satu dengan yang lainnya dapat membuat jejaring pokdarwis untuk mengenalkan destinasi wisatanya.

“Intinya ini akan membuat jejaring pokdarwis antar kabupaten satu dengan kabupaten yang lain pokdarwis satu dengan pokdarwis yang lain,” tegasnya.

Materi yang akan diberikan kepada peserta Jambore Pokdarwis merupakan materi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu materi juga akan menampilkan keunikan dari masing-masing daerah.

“Karena gak mungkin orang melakukan perjalanan wisata mencari sesuatu yang sama, sehingga setiap pokdarwis harus menampilakn keunikan dan sesuatu yang berbeda dengan yang lain,” kata Trenggono.

Dari kegiatan inilah, akan terlihat kekayaan Jawa Tengah dengan pesona wisata yang dikelola oleh Pokdarwis yang akan dikompetisikan pada Jambore Pokdarwis. Ia mengimbuhkan jumlah peserta Jambore Pokdarwis ini dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.

“Kami ingin mengangkat keberadaan Pokdarwis yang ada di Purbalingga sendiri dan nantinya kami juga akan melibatkan teman-teman UMKM yang ada di Purbalingga,” pungkasnya. (PI-7)

Facebook Comments
Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here