Tofik, Kades Karanganyar

 “Seorang kades perlu berwawasan luas dan maju, agar kebijakan-kebijakan yang diambil dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warganya”

PurbalinggaNews – Cilik (kecil, Red), energik lan (dan, Red) melek Teknologi Informasi (TI), siapa dia??? Yupsss, ‘Tofik’ begitulah nama lengkapnya cukup singkat memang tapi mudah diingat. Posturnya memang bisa dibilang cilik, tapi jangan salah walaupun kecil tapi energik ditambah lagi melek TI. Tofik sendiri saat ini menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Karanganyar periode 2016-2022, tidak hanya itu ia pun aktif sebagai sekretaris di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lentera, Desa Karanganyar.

Tofik ini memang energik, sebelum menjabat sebagai kades, ia termasuk orang yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia pun tidak pernah berhenti untuk belajar walaupun kini ia diamanahi sebagai kades. TI salah satu yang kini terus ia tekuni dan ilmu yang didapatkannya diterapkan di Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganyar.

Tofik mengaku mulai menyukai dunia TI sejak kecil, tapi terkait internet atau digital ia mulai menggelutinya sejak Tahun 2008. Ia terinspirasi untuk terus mendalami TI karena menurutnya ilmu TI saat ini sangat membantu mempermudah berbagai pekerjaan. Tofik sendiri mempelajari TI secara otodidak, berkat kegigihannya ia mampu menerapkan TI pada desanya.

Ilmu TI baginya tidaklah sulit, sebab TI sama dengan ilmu lainnyadan cenderung seperti sebuah keterampilan. Dalam penerapan ilmu TI di desanya memang membutuhkan proses yang tidaklah mudah.

“Saya menyadari bahwa saya tidak mungkin menyelesaikannya sendiri, sehingga saya melibatkan kelembagaan dan pemuda-pemuda desa yang mau belajar TI,” kata Tofik.

Ada sepuluh orang yang terlibat dalam menerapkan ilmu TI di desanya. Semua berasal dari KIM Lentera Desa Karanganyar yang tersebar dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), Karang Taruna, dan PKK.

“Sedangkan dari perangkat desa ada dua orang dari lima orang yang mau bersama-sama mempelajari TI dan menerapkannya pada pemerintahan desa,” ujarnya.

Kini, penerapan ilmu TI ia aplikasikan pada pelayanan administrasi warga desanya. Hal ini pun mendapatkan tanggapan positif dari warga sekitar. Karena dengan cepatnya proses administrasi maka masyarakat tidak perlu menunggu lama penyelesaian administrasi kependudukannya.

Penerapan TI ini pun rupanya memudahkan bagi perangkat desa setempat karena pembuatan segala administrasi bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Walaupun keterbatasan jumlah perangkat desa yang hanya ada lima orang, tidak menyurutkan semangat Tofik untuk terus memacu kinerja pegawainya agar dapat melayani masyarakat secara prima.

Tofik menjelaskan penerapan TI di pemerintahan desa bertujuan untuk efisiensi kerja dan mempercepat proses kerja. Sehingga tugas-tugas pelayanan maupun administrasi desa dapat terselesaikan lebih cepat dan akurat.

Pria kelahiran Purbalingga, 4 Januari 1978 ini menjelaskan dengan menerapkan ilmu TI pada pemerintahan maka akan tercipta satu basis data yang dapat digunakan untuk berbagai hal, salah satunya data kependudukan. Dengan satu data penduduk yang akurat, maka akan menghasilkan angka statistik yang akurat. Dengan keakuratan data maka dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, sehingga kebijakan yang diambil menjadi tepat sasaran.

Adapun TI yang diaplikasikan di Desa Karanganyar yakni pelayanan administrasi dan kependudukan yang meliputi Buku Induk Penduduk (BIP), Profil Desa berdasarkan demografi, Layanan Surat Menyurat, Inventaris Aset Desa, Data Bantuan, Analisis Kemiskinan, Statistik Data Penduduk, dan sebagainya. Selain itu, ia bersama perangkat desanya menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Sistem Informasi Desa (SID) berupa website desa, dan radio komunitas Lentera FM.

“Semuanya ada di website desa yang beralamat di http://www.karanganyar.desa.id ada informasi tentang kegiatan-kegiatan masyarakat maupun pemerintah desa, kelembagaan masyarakat, data BPD, produk hukum dan masih ada lainnya,” jelas suami dari Yeni Ernawati.

Ayah dari tiga orang putra ini selalu mengajak kepada jajaran Pemdes untuk memanfaatkan TI dalam pengelolaan pemerintahan di desa. Sebab, TI sangatlah membantu dalam perannya untuk perencanaan pembangunan desa, keterbukaan informasi, akuntabilitas kerja, pelayanan publik lebih efisien dan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.

TI juga menurutnya mampu mendorong keterlibatan warga dalam proses pembangunan yang lebih baik. Sebagai kades, ia sangat terbantu dengan adanya pemanfaatan TI di pemerintahan desanya. Karena tugasnya tidaklah hanya dalam bidang pemerintahan, pembangunan,kemasyarakatan, dan pemberdayaan.

“Namun, ketika dirinci, maka tugas seorang kades mencakup semua lini di kehidupan warganya. Seorang kades perlu berwawasan luas dan maju, agar kebijakan-kebijakan yang diambil dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warganya,” kata laki-laki yang memiliki hobi oprek internet.

Pemanfaatan IT, ia melanjutkan dapat membantu Kades dalam proses manajemen. Tofik juga mempunyai mimpi besar dimana seluruh lapisan masyarakat dapat menguasai teknologi sesuai bidangnya. Tidak hanya Pemdes saja yang menggunakan TI tetapi para petani, pedagang, home industri, UMKM dan yg lainnya juga bisa menerapkan TI untuk meningkatkan nilai tambah. (PI-7)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here