Bupati Purbalingga saat silaturahmi di Kecamatan Kertanegara

PurbalinggaNews- Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) memastikan penempatan pejabat yang sedang dalam tahap penggodogan bebas dari praktek jual beli. Hal tersebut disampaikan Tiwi saat melakukan sambutan pada acara silaturahmi Bupati Purbalingga Dengan aparatur dan warga masyarakat Kecamatan Kertanegara, Kamis (20/6) di Pendapa Kecamatan Kertanegara.

Tiwi mengatakan, penempatan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dari eselon IV, III dan II akan murni dan tanpa suap menyuap. Menurutnya, penempatan pejabat akan sesuai dengan kompetensi dan keahliannya sehingga hal itu akan berimbas pada kinerja baik para tersebut.

“Saya tegaskan penataan pejabat bebas (tidak ada) jual beli atau pungutan. Saya jamin dan bapak ibu bisa pegang perkataan saya,” kata Tiwi.

Tiwi menambahkan, jika ada oknum-oknum yang menawarkan suatu jabatan tertentu dan meminta sejumlah uang untuk segera melapor kepada dirinya dan Tiwi siap menindak hal tersebut. Tiwi ingin menciptakan pemerintahan yang bersih di Kabupaten Purbalingga dengan tidak berkelindan dengan praktek-praktek suap.

“Lapor ke saya kalau ada oknum yang menawarkan jabatan dan meminta uang. Pasti saya akan tindak oknum itu,” imbuh Tiwi.

Saat ini ada tujuh jabatan eselon II yang kosong dan dipastikan dinamika penataan juga terjadi pada pejabat eselon IV dan III. “Saya akan menempatkan pejabat yang right man in the right place,” ujarnya.

Sebelumnya, Camat Kertanegara Pratono Aprijadi dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Purbalingga yang kembali meraih WTP dari BPK RI. Menurut Pratono, hal itu menjadi pencapaian yang luar biasa setelah Purbalingga diterpa krisis di tahun 2018.

“Selamat kepada Pemkab Purbalingga yang kembali meraih WTP atas pelaporan keuangan dari BPK. Ini pencapaian yang bagus setelah Kabupaten Purbalingga mengalami krisis,” pungkasnya. (KP-4).

Facebook Comments
Like