Penataran bagi pelatih renang yang diadakan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Pengurus Purbalingga di kolam renang Tirto Asri Walik, Sabtu (7/7).

PurbalinggaNews – Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Pengurus Purbalingga menyelenggarakan penataran bagi pelatih renang guna meningkatkan prestasi pada cabang olahraga (cabor) renang. Penataran ini dilakukan selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu (6-8/7) yang dilaksanakan di Aula Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga dan di kolam renang Walik serta Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong).

Ketua PRSI Pengurus Kabupaten Purbalingga, Bandu Suharjono mengatakan penataran ini didasari rasa keprihatinanya pada cabor renang yang pelatihannya belum sesuai standar. Di sekolah-sekolah juga club melatih siswanya untuk berenang belum sesuai program yang benar.

“Karena keprihatinan artinya kalau saya melihat beberapa club kemudian apalagi sekolah-sekolah itu melatih siswa belum standar dengan program yang benar,” ungkap Bandu saat ditemui, Sabtu (7/7) di sela-sela pelatihan.

Ia menjelaskan penataran ini diikuti oleh 12 orang dari Kabupaten Purbalingga, juga diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah bahkan dari luar Jawa Tengah. Dari luar Jawa Tengah meliputi Nusa Tenggara Barat (NTB), Surabaya, Sidoarjo, Cirebon serta dari berbagai wilayah lainnya.

“Adapun, penataran pelatih renang ini diikuti oleh calon pelatih renang atau asisten pelatih renang, pelatih renang yang memiliki club namun bersertifikat, dan dari umum yang berkeinginan menjadi pelatih renang, serta guru olahraga baik guru SD SMP maupun SMA sederajat,” katanya.

Penataran bagi pelatih renang ini mendatangkan narasumber langsung dari pengurus PRSI Jawa Tengah bidang Pelatihan dan Pertandingan. Farid Lekso salah satu pemateri dari PRSI Jawa Tengah yang memberikan materi terkait teknik berenang, teknik renang gaya satu yakni gaya bebas dan teknik gaya dua yaitu renang gaya punggung.

“Kemudian pembicara Tri Tunggal yang memberikan materi tentang teknik renang gaya empat yaitu renang gaya kupu-kupu,” tambah Bandu.

Ia mengharapkan dengan diadakannya penataran renang ini, pelatih-pelatih renang nantinya dapat melatih dan membimbing anak asuhnya sesuai dengan program dan secara standar yang bagus. Sehingga ke depan Purbalingga mampu menorehkan prestasi lebih baik lagi pada cabor renang di berbagai ajang olahraga dan mampu menghasilkan perenang yang andal dan berkompeten.

“Harapan saya dari pengurus purbalingga nanti mulai memberikan sesuatu yang standar, lebih bagus, sehingga Purbalingga harapannya prestasinya lebih bagus lah. Kami dari PRSI memandang ini sangat perlu untuk diselenggarakan,” harapnya. (PI-7)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here