Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga, Ir. Setiyadi, M.Si (berdiri di tengah pakai baju Korpri) dan sejumlah pejabat Dindikbud Purbalingga, bersama para volunteer dari Dahuni Foundation.

PurbalinggaNews–Seratus pelajar dari berbagai SMP se Purbalingga, Senin (17/6) mengikuti acara “Blusukan: Bringing English to Life” atau membawa Bahasa Inggris ke dalam kehidupan sehari-hari bersama Dahuni Foundation, di Aula SMPN 3 Purbalingga. Mereka antusias belajar bahasa Inggris yang dikemas dalam berbagai bentuk permainan bersama sejumlah orang asing dari berbagai negara. 

Selanjutnya, pada Selasa (19/6/2019), para siswa SMP itu akan berada di Alun-alun Purbalingga, untuk bermain dan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan obyek di sekitar Alun-alun, seperti Masjid Agung Darussalam, Pendopo Dipokusumo, dan dilanjut ke Pasar Badhog Bancar.

“Acara Blusukan: Bringing English to Life untuk 100 siswa SMP se Purbalingga, kami gelar dua hari, Senin-Selasa (17-18/6/2019). Selanjutnya, dua hari juga, Rabu-Kamis (19-20/6/2019), kami peruntukkan bagi 100 siswa SMA, di Desa wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Kami membawa 20 volunteer atau relawan dari berbagai negara, termasuk dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka kami beri kebebasan untuk mengajak anak-anak SMP dan SMA bermain sambil belajar bahasa Inggris yang menyenangkan,”  ujar Riyani Indriyati, pendiri  Dahuni Foundation di sela-sela kegiatan di SMPN 3 Purbalingga, Senin (17/6/2019).

Dahuni Foundation merupakan yayasan amal  yang didirikan pada 2012 oleh pasangan suami istri, Riyani Indriyati asli Boyolali dengan Taco Franssen dari Belandaa.Yayasan yang kini berpusat di Houston Amerika Serikat ini  bergerak di bidang pendidikan berupa bantuan beasiswa dan layanan bimbingan.

Dalam perkembangannya, Yayasan Dahuni ikut berpartisipasi membantu pendidikan di negara Thailand, Kamboja dan Indonesia.

Sementara itu pada acara yang diikuti siswa SMP, ada 12 sekolah yang terlibat. Terdiri siswa dari SMPN 1 Purbalingga, SMPN 2 Purbalingga, SMPN 3 Purbalingga, SMPN 4 Purbalingga, SMPN 5 Purbalingga dan SMPON 1 Bojongsari. Kemudian SMPN 1 Padamara, SMPN 2  Padamara, SMPN 1 Kutasari, SMPN 2 Kutasari, SMPN 3 Kutasari, dan SMPN 4 Kutasari. 

Untuk acara yang akan diikuti siswa SMA, diikuti 10 SMA. Terdiri SMAN 1 Bobotsari, SMAN 2 Purbalingga, SMAN 1 Karanganyar, SMAN 1 Bukateja, SMAN 1 Rembang, SMKN Rembang, SMAN 1 Sampang,  SMA Maarif Karanganyar, SMA Maarif Karangmoncol dan SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari.

Pengurus Dahuni Foundation Indonesia, Khaerul Anwar menambahkan, kegiatan serupa pernah diadakan di Boyolali dan memperoleh tanggapan positif dari pemerintah daerah setempat.

“Kami mengusung  tema Blusukan 2019: Bringing English to Life, yakni mengajak para pelajar blusukan ke berbagai tempat. Di sela-sela kegiatan itu kami membawakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Khaerul Anwar yang juga Kepala SMAN 3 Boyolali.

Selama kegiatan itu, para pelajar SMP maupun SMA, diajak belajar bahasa Inggris dengan aneka metode menarik maupun aneka permainan yang menyenangkan. Di antaranya ada acara Show and tell, Warm up games, Critical thinking, Lip-sync battle, practice session dan bonfire (api unggun).

“Pokoknya, baik SMP maupun SMA acaranya kami kemas menyenangkan,”  ujar Khaerul Anwar, alumnus SMAN 1 Purbalingga tahun 1987 ini.

Khaerul menandaskan, untuk mendukung kegiatan selama empat hari itu pihaknya melibatkan 20 relawan/volunteer. Perinciannya, 10 relawan dari mancanegara di antaranya Amerika, Jerman, Belanda dan Mali serta 10 relawan dari berbagai tempat di Indonesia seperti Yogyakarta, Jakarta, Makasar dan Lombok.

Selama di Purbalingga, mereka menginap di berbagai home stay di Desa wisata Karangbanjar Kecamatan Bojongsari. “Para volunteer itu berlatar belakang berbeda-beda. Ada yang konsultan perusahaan minyak, jurnalis, pegawai bank, guru di sekolah lnternasional, arsitek, peneliti, dan mahasiswa. Mereka ingin berbagi pengalaman bersama para pelajar Purbalingga,” ujar Khaerul Anwar. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Ir. Setiyadi, M.Si ketika membuka kegiatan ini di SMPN 3 Purbalingga menandaskan, Sumber Daya Manusia (SDM) di Purbalingga harus dibangun  sejak dini, agar pintar berbahasa Inggris 

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bagus, sebagai upaya mempersiapkan SDM di bidang keterampilan berbahasa Inggris. Dan tentunya, wawasan para pelajar terhadap dunia internasional, kini bertambah, karena bisa berinteraksi langsung dengan orang dari berbagai bangsa,” ujar Setiyadi.     

Salah seorang siswa, Destra Ditya Aldiansyah ketika diminta komentarnya  tentang kegiatan ini, merasa senang. “Belajar bahasa Inggris langsung dengan orang dari Inggris, Amerika dan berbagai negara, sangat mengasyikkan. Saya berharap, acara seperti ini setiap tahun sekali diadakan,” ujar Destra, siswa Klas 7A SMPN 3 Purbalingga. (PI-2)

Facebook Comments
Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here