Ustadz Nur Kholis, saat acara Ngegosip di Radio Gema Soedirman, Kamis (16/5)

PurbalinggaNews, Selama bulan Ramdahan, Radio Gema Soedirman menggelar acara Ngegosip (Ngobrol Seputar Ibadah Puasa) yang disiarkan secara langsung melalui frekuensi 96,3 FM dan streaming. Acara ini dilaksanakan setiap hari pukul 9.00 sampai 10.00 WIB, program ini merupakan acara unggulan selain acara Gema Rebana.

Menurut Direktur Program dan Siaran, Ety Setyawati acara Ngegosip  bertujuan  memeriahkan syiar Islam di bulan Ramadhan. Untuk pemateri kita bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Purbalingga. Pemateri diambilkan dari para penyuluh agama Islam yang temanya seputar ibadah puasa.

“Kemudian setiap mengawali program acara kita juga ketengahkan hadist-hadist pendek, terkait dengan motivasi dan inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/5).

Selain kegiatan amaliyah Ramadhon, RGS juga menggelar kegiatan pantauan arus mudik, yakni menjelang H-7 Lebaran. Yang nanti akan dipandu oleh anak-anak Pramuka Kwarcab Purbalingga. Pramuka penegak-pandega akan memberikan gambaran seputar arus mudik secara live report di berbagai posko pantauan arus mudik, seperti di posko Bukateja, Bayeman dan Terminal Bobotsari.

“Live report ini sangat membantu para pemudik untuk mengetahui situasi dan kondisi arus mudik di Purbalingga. Semoga dengan beberapa program unggulan, RGS bisa berkontribusi bagi masyarakat Purbalingga,” ujarnya.

Salah satu pemateri Ngegosip, Nur Kholis yang juga guru Al Hufadz Majapura, mengapresiasi acara “Ngegosip” yang dilakukan oleh RGS. Selain mensyiarkan agama Islam, acara tersebut juga bisa membentengi akhlak masyarakat dari gempuran yang tidak pas yang berkembang di tengah masyarakat khususnya di media sosial.

“ Pada Nggegosip kali ini kita mengambil tema Bulan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan keluarga yang sakinah, mawadah waarohmah,” katanya.

Nur Kholis mengatakan Bulan Ramadhan merupakan bulan keluarga, dimana pada saat itu seluruh anggota keluarga yakni orang tua dan anak berkumpul dalam satu meja untuk menyantap makanan yakni pada saat buka dan sahur. Waktu tersebut menjadi waktu untuk memahami satu sama lain, istilahnya waktu rekonsiliasi keluarga.

“ Kalau tidak di Bulan Ramadhan biasanya walaupun dekat, masing-masing keluarga akan sibuk dengan gadgetnya. Hanya dengan Bulan Ramadhan kedekatan antar keluarga semakin bertambah, sehingga meningkatkan keluarga yang sakinah,” katanya.  (PI-2)

 

 

Facebook Comments
Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here