Infografis Pawai Pembangunan

PurbalinggaNews – Gebyar pawai pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga memang menjadi agenda rutin dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI. Pada HUT ke 74 RI Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Purbalingga, Pemkab Purbalingga akan menyelenggarakan Gebyar Pawai Pembangunan yang akan berlangsung pada Sabtu (25/8).

Kabid Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Rien Anggraeni mengatakan pawai pembangunan pada tahun ini bertajuk Purbalingga yang Kreatif dan Inovatif. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan apabila peserta parwai memiliki sub tema yang diusung sesuai dengan instansi masing-masing.

“Karena masing-masing OPD, Ormas ataupun peserta pawai yang lain kan punya visi misi, jadi setiap OPD bisa punya temanya masing-masing sehingga nanti akan bermacam-macam tampilan yang akan ditampilakn,” kata Rien saat dihubungi, Kamis (22/8).

Namun, ia menjelaskan pada Pawai Pembangunan tahun ini, Perumda Owabong tidak ikut serta dalam pawai. Hal ini dikarenakan Perumda Owabong akan mewakili Purbalingga pada acara Parade Seni HUT Jawa Tengah di Kabupaten Wonogiri pada 25 Agustus 2019.

“Meskipun begitu semua penampilan dari peserta akan tetap menarik dan atraktif,” ujarnya.

Pawai pembangunan kali ini, seluruh peserta berjalan kaki tidak ada kendaraan hias. Sehingga harapannya semua peserta berjalan dan bergerak melakukan suatu atraksi yang kreatif dan memiliki kreasi yang menarik untuk ditonton oleh masyarakat.

“Semuanya tidak ada yang tidak jalan kaki tanpa gerakan apapun, jadi bukan seperti baris berbaris biasa tapi silahkan membawa tema-tema apapun bisa dan untuk pakaian, musik disesuaikan dari masing-masing peserta,” terang Rien.

Pada pawai pembangunan kali ini juga tidak ada tampilan maupun atraksi di depan panggung kehormatan. Semua atraksi dilakukan saat perjalanan, karena Bupati Purbalingga pada kesempatan kali ini mkembebaskan pesertanya untuk beratraksi sehingga masyarakat tertarik dan bisa melihat berbagai atraksi di sepanjang rute pawai.

“Jadi kami tidak membatasi waktu untuk atraksi karena dilakukan di sepanjang jalan rute pawai, untuk peserta pawai jumlahnya juga tidak dibatasi, karena ini betul-betul pesta untuk rakyat,” jelasnya.

Ia menegaskan tidak ada peserta yang berhenti untuk atraksi  di depan panggung kehormatan. Semuanya bergerak dan berkreasi dengan harapan, masyarakat Purbalingga menjadi terhibur baik peserta maupun masyarakat sebagai penontonnya.

“Jadi di sepanjang rute pawai, atraksi peserta bisa dilihat oleh semuanya tidak terpusat di depan panggung kehormatan, di panggung kehormatan hanya lewat saja dan memberi hormat kepada Bupati Purbalingga,” kata Rien.

Untuk pimpinan OPD pun, ia menerangkan ikut dalam barisan peserta pawai menggunakan pakaian yang sesuai dengan masing-masing OPD. Setelah sampai di panggung kehormatan nantinya pimpinan OPD akan bergabung dengan Forkopimda.

“Untuk pakaian yang akan dikenakan oleh Forkopimda yakni pakaian adat nusantara,” tambahnya.

Gebyar Pawai Pembangunan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, pasalnya untuk pawai kali ini akan diambil kejuaraan untuk lima kategori. Lima kategori tersebut yakni kategori pelajar, OPD, Kecamatan, BUMD dan Instansi Vertikal, serta Organisasi Masayrakat (Ormas).

“Nantinya akan diambil juara 1, 2 dan 3 dari amsing-masing kategori, kalau tahun lalu kita kan kejuaraannya jadi satu, sekarang kita kelompokan untuk masing-masing kategori,” terang Rien.

Rute Pawai Pembangunan  kali ini yakni Start di Depan DPD Golkar menuju pertigaan Darmin, belok kiri melewati Depan Dinporapar Purbalingga, memutari alun-alun sampai toko rakyat. Kemudian belok kiri melalui Jalan Jenderal Soedirman lurus ke timur sampai Kodim. Dilanjut belok kanan sampai perempatan Satlantas atau Eks Polsek Purbalingga ke arah barat melewati jalan Isdiman. Panggung Kehormatan ada di perempatan Bantheng dan terakhir finish di depan Dinkominfo Purbalingga. (PI-7)

Facebook Comments
Like