Sosialisasi Anemia dan Pemberian Tablet Tambah Darah kepada Remaja Putri dan Institusi pada Siswa, di MTs Maarif NU Krenceng Kejobong, Jumat (10/8).

PurbalinggaNews –  Siswi-siswi yang ada di Kecamatan Kejobong mendapat sosialisasi anemia dan diberi tablet tambah darah (TTD) dari Puskesmas Kejobong. Acara tersebut dipusatkan di MTs Maarif NU Krenceng Kejobong, Jumat (10/8). Acara itu terselenggara atas kerjasama Dinas Kesehatan Purbalingga dan berbagai sekolah yang ada di Purbalingga.

Kasi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Purbalingga, Rusman mengatakan, pemberian TTD dan sosialisasi anemia ke sekolah khususnya SMP, SMA/ SMK merupakan langkah preventif agar dampak buruk yang ditimbulkan anemia tidak menyasar pada remaja putri. Menurutnya, remaja putri suatu saat akan menjadi ibu dan butuh kekuatan fisik yang prima agar generasi yang akan datang menjadi generasi yang unggul.

“Anemia pada ibu bisa menyebabkan banyak hal seperti kematian ibu saat melahirkan dan bisa jadi si anak menjadi kekurangan gizi,” kata Rusman.

Dinkes Purbalingga memulai sosialisasi anemia dan pemberian TTD dari tanggal 6 Agustus lalu dan akan berakhir 27 Agustus mendatang di SMA Muhammadiyah Kertanegara. Pemateri sosialisasi dari Puskesmas Kejobong, Agustis Ikayanti berujar, pemberian TTD kepada remaja karena wanita lebih rentan terkena anemia atau kekurangan hemoglobin dalam darah. Hal tersebut disebabkan cadangan zat besi wanita lebih sedikit dibanding pria yang memiliki cadangan pada limfa dan tulang belakang.

“Kenapa pria tidak dianjurkan minum TTD? Karena cadangan zat besi mereka banyak dibanding wanita sehingga anjuran minum TTD dikhususkan untuk wanita,” ujar wanita yang akrab disapa Ika itu.

Selain cadangan zat besi yang kurang, wanita tiap bulan mengeluarkan darah atau yang sering disebut menstruasi. Jika zat besi dalam darah berkurang, wanita akan rentan terserang penyakit. Oleh karena itulah Ika mengimbau kepada peserta sosialisasi selain mengkonsumsi TTD, mereka dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti kacang-kacangan, daging, ikan, sayur yang berwarna hijau pekat.

“Selain minum TTD, diharapkan untuk mengkonsumsi makanan yang kayak an zat besi,” imbuhnya.

Ika juga berpesan kepada para guru untuk memonitor anak didiknya jika menemukan gejala anemia seperti pucat, kurang bersemangat dan jarang melakukan aktivitas fisik. “Saya berpesan kepada para guru akan hal tersebut. Karena prestasi bisa menurun jika siswa mengalami anemia,” pungkasnya. (KP-4)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here