PurbalinggaNews—Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019, PGRI Kabupaten Purbalingga menggelar berbagai kegiatan.
Ketua PGRI Kabupaten Purbalingga, Sarjono, S.Pd, M.Si yang didampingi ketua panitia HUT PGRI, Joko Sumarno, M.Pd dan sekretaris PGRI Purbalingga Tohirin, S.Pd mengemukakan, temat HUT PGRI dan HGN tahun ini yakni “Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul”.
Untuk mendukung tema itu, berbagai kegiatan, telah, sedang dan akan dilakukan oleh PGRI Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan diawali pemasangan bendera PGRI , spanduk dan umbul-umbul sejak 1 – 30 November 2019 di setiap satuan pendidikan, ranting/cabang khusus PGRI dan berbagai tempat strategis di Purbalingga. Kemudian pemasangan bendera merah putih, 23-30 November 2019.
“Kami juga menggelar pekan penerimaan dan pembekalan anggota. Yakni pengukuhan anggota baru, dengan sasaran utama PNS rekrutmen tahun 2019 pada tanggal 2/11, kemudian penerimaan anggota baru, 1 – 30/11, dengan sasaran guru baru dan sekolah swasta, serta pembekalan anggota muda di Aula PGRI,” jelas Sarjono di Kantor PGRI Purbalingga, Selasa (11/11/2019).
Selain itu, audiensi dengan Kapolres Purbalingga, dengan materi perpanjangan memorandum of understanding atau MoU antara PGRI-Polri. Dalam Mou itu, pada intinya berisi tentang perlindungan hukum profesi guru serta keterbukaan pertukaran data dan informasi penegakan hukum profesi guru.
Untuk menyemarakkan HUT dan HGN itu, lanjut Sarjono, pihaknya menggelar berbagai lomba. Terdiri, lomba pengucapan pembukaan UUD 1945 (7/11) di Aula PGRI, lomba komandan upacara (7/11) di lapangan Kelurahan Penambongan, lomba menulis artikel , 8/11, dan lomba senam fantasi (12/11) di Aula PGRI Purbalingga.
Kegiatan lainnya, bakti sosial berupa kunjungan ke anggota PGRI yang sedang sakit (12-14/11), donor darah (15/11) di Aula PGRI, Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Sabtu (16/11). Dalam hal ini, rumah yang direhab yakni rumah milik Sutrisno, staf PGRI Purbalingga. Rumah itu berada di belakang SMK YPLP 1 Purbalingga.
Melihat kondisi rumah Sutrisno, jajaran PGRI Purbalingga tergerak untuk merehabnya. Disepakati setiap anggota menyumbang Rp 5000. “Sutrisno sangat berjasa dalam menunjang kinerja PGRI Purbalingga. Untuk itu, melihat kondisi rumahnya yang tidak layak huni, jajaran PGRI merasa perlu membantunya,” ujar Sarjono.
Sarjono juga menjelaskan, pada peringatan kali ini pihaknya menggelar pasar murah di Kutasari, Kamis (21/11) dan jalan sehat, Minggu (17/11).
Untuk kegiatan yang bersifat ilmiah, lanjut Sarjono, PGRI menggelar seminar di Pendopo Dipokusumo, Selasa (19/11), dengan nara sumber Prof Dr Lantip Diat Prasojo,ST, M.Pd, dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Seminar yang mengusung tema Mewujudkan Peran Baru Kepala Sekolah dalam Membangun SDM Indonesia Unggul ini, akan diikuti para kepala Sekolah/Madrasah, baik PNS maupun non PNS.
Seminar berikutnya, digelar Sabtu (23/11) , di Pendopo Dipokusumo, dengan nara sumber Prof Ace Suryadi, M.Sc., Ph.D, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Seminar ini diperuntukkan bagi kalangan guru.
Kegiatan lainnya, berupa ziarah ke makam Dr Sulistiyo, M.Pd di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara pada hari Jumat (22/11),upacara bendera di Alun-alun Purbalingga Senin (25/11), dilanjut launching dan bazar buku seusai upacara.Launching diikuti oleh guru/tenaga kependidikan dan siswa penulis buku. (PI-7)

Facebook Comments
Like
2