Ratusan Motor Gedhe (Moge) dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) dan sejumlah Komunitas Motor melakukan Rolling Thunder Soedirman Tour dari pusat kegiatan “Ngapak Bike Festival 2019” di Purwokerto menuju Soedirman Point (Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman) Rembang, Purbalingga, Sabtu (20/7)

PurbalinggaNews – Ratusan Motor Gedhe (Moge) dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) dan sejumlah Komunitas Motor melakukan Rolling Thunder Soedirman Tour dari pusat kegiatan “Ngapak Bike Festival 2019” di Purwokerto menuju Soedirman Point (Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman) Rembang, Purbalingga. Mereka terdiri dari sedikitnya 200 moge dan 800 peserta lainnya adalah komunitas motor dari berbagai daerah.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, BEcon, MM saat menghadiri kegiatan itu mengaku bila kabupaten Purbalingga siap menjadi pusat kegiatan serupa Ngapak Bike Festival di kesempatan berikutnya. Menurut Bupati Tiwi, kegiatan yang dihelat HDCI selain untuk menggalang silaturahmi, juga memiliki manfaat sosial seperti yang sudah dilakukan berupa khitanan massal di Rumah Sakit Harapan Ibu Purbalingga.

“Kehadirannya di Purbalingga juga dapat mempromosikan potensi pariwisata khususnya di kawasan wisata Museum Tempat Lahir Jenderal Soedirman. Karenanya kami berharap kegiatan ini tidak hanya berpusat di Purwokerto, tapi Purbalingga juga siap menjadi sentral kegiatan serupa Ngapak Bike Festival ini. Bila perlu pada 2020 nanti kita siap menjadi tuan rumah,” kata Bupati Tiwi di Pelataran Soedirman Point, Sabtu (20/7).

Dikatakan Bupati, Purbalingga memiliki banyak potensi wisata yang memikat. Selain MTL Jenderal Soeidrman yang akan dikembangkan menjadi Soedirman Point, juga terdapat potensi wisata lainnya seperti wisata air Owabong, Purbayasa Pancuran Mas, Sanggaluri Park, Golaga (Goa Lawa Purbalingga) dan sejumlah wisata religi, termasuk yang paling terkenal adalah wisata religi Petilasan Ardi Lawet di Desa Panusupan Kecamatan Rembang.

“Purbalingga juga memiliki potensi kerajinan knalpot yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Kebetulan hari ini, produk knalpot Purbalingga juga dipamerkan bersama potensi kerajinan lainnya,” jelasnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Ngapak Bike Festival 2019, Eko Refi Setiawan menuturkan dipilihnya kabupaten Purbalingga dalam rangkaian kegiatan Rolling Thunder karena Purbalingga memiliki pontensi ekonomi yang ingin diangkat seperti potensi kerajinan knalpot yang sudah mendunia.

“Kami ingin ikut mengangkat potensi ekonomi di Kabupaten Purbalingga seperti kerajinan bulu mata dan rambut palsu, kerajinan knalpot dan batu klawing. Sehingga melalui kegiatan ini Kami dapat menjabarkan slogan HDCI yakni Kebersamaan, Bermanfaat dan Menyatu dengan masyarakat dan komunitas motor lainnya,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (19/7) kegiatan Ngapak Bike Festival 2019 berpusat di Purwokerto Kabupaten Banyumas dan diikuti ribuan bikers dari berbagai daerah di Indonesia dan manca negara. Acara yang juga melibatkan berbagai klub sepeda motor itu, lanjut Refi, diisi dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, rohani, dan sebagainya. Antara lain khitanan massal di Rumah Sakit Harapan Ibu Purbalingga, tablig akbar di Alun-Alun Purwokerto, Rolling Thunder Soedirman Tour berupa menapak tilas ke tempat kelahiran Jenderal Soedirman di Purbalingga, serta hiburan dangdut di Alun-Alun Purwokerto. (Hr/humaspro2019)   

Facebook Comments
Like