Para peserta pelatihan persiapan Magang ke Jepang saat mengikuti pengarahan di Gedung Kembar Walik, Senin (9/7).

PurbalinggaNews – Para peserta magang ke Jepang gelombang pertama menjalani latihan hari pertama di Gedung Kembar Walik, Senin (9/7). Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Dinnaker (Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga) Gunarto, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Kerja Dinnaker Purbalingga Mugiyarto, Perwakilan LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Yasui Abadi Hermanto.

Gunarto mengatakan, program yang diadakan melalui kerja sama dengan LPK Yasui Abadi ini dianggap mampu meningkatkan skill dalam bekerja dan kesejahteraan masyarakat.

“Anda ke Jepang, sebuah negara maju, bukan sebagai TKI, tapi mengikuti program magang untuk bisa menyerap teknologi, pengetahuan, budaya disiplin, dan semangat kerja orang Jepang untuk ditransfer dan diterapkan saat pulang ke Indonesia” kata Gunarto.

Ia melanjutkan, program magang ke Jepang ini bermanfaat untuk membentuk character building, attitude (sikap), mental yang baik, serta jiwa pantang menyerah.

“Berangkat ke Jepang adalah untuk merubah nasib agar lebih baik.  Saya harap saudara-saudara sekalian bisa menjadi pahlawan devisa untuk negara” lanjut Gunarto.

Lanjutnya, para peserta magang akan menjalani program magang selama 3-5 tahun di perusahaan-perusahaan di Jepang dengan standar gaji yang cukup tinggi dan fasilitas-fasilitas yang memadahi.

“Saudara-saudara saat di Jepang nanti akan mendapatkan fasilitas tempat tinggal, kesehatan, makan dan minum semua disediakan. Bekerja di Jepang 3-5 tahun dengan standar gaji yang cukup tinggi, rata-rata 10 juta rupiah per bulan, dapat menjadi tabungan untuk kegiatan mandiri saat pulang. Selain itu setelah pulang  para peserta akan mendapatkan bantuan modal kerja dari pemerintah sebesar 100 juta rupiah,” jelas Gunarto.

Perwakilan LPK Yasui Abadi Hermanto mengatakan, saat pelatihan nanti para peserta akan diajarkan bahasa, sikap dan budaya Jepang, serta pembinaan sikap dan mental agar para peserta siap dan mudah beradaptasi saat berada di Jepang.

“Pelatihan akan diadakan selama 3 bulan untuk persiapan seleksi di tingkat pusat yang diadakan Kemenaker (Kemernterian Tenaga Kerja) RI. Pelatihan meliputi etika dan budaya Jepang, kedisiplinan (baris-berbaris, lari, push up), serta pembinaan sikap dan mental,” kata Hermanto. (PI-9)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here