PurbalinggaNews – Wacana pemekaran wilayah Kecamatan Mrebet  yang saat ini memiliki 19 (sembilan belas) Desa menjadi 2 (dua) Kecamatan, mendapat respon positif dari masyarakat. Saat ini, 19 desa tengah melakukan musyawarah untuk kesiapan desa terkait pembagian desa-desa yang ada saat ini untuk kemudian dibagi menjadi 2 wilayah kecamatan.

“Namun untuk penentuan ibukota kecamatan, masih ada beberapa pendapat dan saat ini belum menghasilkan keputusan desa mana yang nantinya akan menjadi ibukota kecamatan yang baru,” kata Camat Mrebet Sadono, S.Sos. M.Si. usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Sabilurohman Desa Serayularangan, Selasa pagi (05/12), bersama Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, Ketua DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Purbalingga, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, Forkopimcam dan juga Kepala Desa beserta perangkatnya.

Dalam sambutannya, Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH. MM. menyampaikan bahwa pemekaran kecamatan Mrebet adalah salah satu upaya percepatan pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan menurutnya harus memenuhi beberapa unsur yaitu sehat, jasmani, rokhani, ekonomi dan situasi.

“Tidak hanya tubuh sehat, akhlak sehat dan punya uang banyak, namun juga harus hidup pada wilayah yang sehat situasinya, harus kondusif, aman, nyaman dan mudah mendapatkan akses, termasuk akses jalan,” kata Bupati Tasdi.

Menurut Bupati, pemekaran wilayah nantinya akan membawa dampak ekonomi yang baik, karena akan ada pelebaran jalan minimal 7 meter dan maksimal 9 meter apalagi yang menuju ke ibukota kecamatan. Selain dilebarkan, tentunya akan diberikan lampu penerangan jalan sehingga memudahkan aktifitas warga walaupun pada malam hari.

“Nantinya, selain dalane omber, lampune uga padhang, dan masyarakat bisa menggeliat mendirikan usaha, contohnya membuka warung, tempat kuliner dan juga potensi-potensi lainnya termasuk mengembangkan potensi wisata di Serayularangan ini,” kata Bupati Tasdi.

Usai shalat subuh, secara simbolis Bupati menyerahkan bantuan  rasbangga bagi 433 keluarga penerima manfaat, pemberian makanan tambahan bagi 26 balita dan 12 ibu hamil, bantuan peralatan ibadah bagi takmir masjid sekaligus membantu penyelesaian pembangunan tembok keliling masjid, dan juga bantuan dana alokasi khusus Rp. 200 juta bagi desa Serayularangan.

Selanjutnya, Bupati Purballingga beserta rombongan melaksanakan peletakan batu pertama rehab Rumah Tidak Layak Huni bantuan dari PMI dan Baznas Purbalingga bagi dua warga RT.02 RW.03 yaitu untuk keluarga Saryono dan Suwito. Selain merehab 2 rumah tersebut, Bupati Tasdi juga menambahkan 20 zak semen untuk masing-masing keluarga dan tambahan 20 zak semen lainnya yang diberikan kepada ibu Suparti yang juga warga RT.02 RW.03 untuk menyelesaikan perbaikan bangunan rumahnya. (PI-5/ PI-4).

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here