Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi sedang rekaman pembacaan berita bahasa Jawa, di Peringgitan.

PurbalinggaNews–Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gema Soedirman Purbalingga yang mengudara pada gelombang 96,3 FM,  memfasilitasi rekaman pembacaan berita menggunakan bahasa Jawa Banyumasan dalam rangka Hari Penyiaran Nasional. Lima tokoh di Purbalingga, terdiri empat pejabat dan seorang pemerhati Bahasa Jawa Banyumasan , secara bergantian membaca berita  yang ditulis dalam Bahasa Jawa dialek Banyumasan.

“Pembacaan berita berbahasa Jawa dialek Banyumasan itu dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Hari Penyiaran Nasional ke-86 tahun 2019 yang dihelat oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah untuk versi radio dan televisi. Sebenarnya, Hari Penyiaran Nasional diperingati setiap tanggal 1 April, namun rangkaiannya dilaksanakan sampai bulan Juni ini,” ujar Direktur LPPL Radio Gema Soedirman Purbalingga,Catur Indinah Rahayuni di LPPL Radio Gema Soedirman Purbalingga, Senin (17/6/2019).

Sesuai surat permohonan menjadi pembaca berita yang ditujukan kepada Forkopimda se Jawa Tengah oleh KPID, untuk pemecahan rekor versi radio dilaksanakan Selasa, 18 Juni 2019 di Studio RRI Semarang, RRI Surakarta, RRI Purwokerto dan LPP Lokal se Jawa Tengah pada pukul 08.00 – 10.00 WIB. 

Dijelaskan Catur Indinah Rahayuni, pihaknya sudah mengirimkan lima berita yang ditulis dan dibaca dalam bahasa Jawa Banyumasan dalam bentuk rekaman ke KPID Provinsi Jateng. 

Pembaca berita tersebut, terdiri Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ, MM  yang membacakan berita dengan judul  “Bupati Purbalingga Njaluk Pakaryan Konstruksi Aja Nganti Rendhet”, Kapolres Purbalingga  membacakan berita “Operasi Ketupat Candhi 2019, Angka Kacilakan Nang Purbalingga Mudhun”, dan Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan pariwisata Purbalingga Yanuar Abidin, SH  membacakan berita “Bupati Ngapresiasi Grebeg Onje Kanggo Uri-uri Budaya”.

Kemudian Kepala Dinas  Komunikasi dan Informatika Purbalingga Drs Yonathan Eko Nugroho, MHum membacakan berita “15 Paket Tendher Gagean Ditandhatangani Kontrake”, dan pemerhati Bahasa Jawa Banyumasan Drs. Prasetiyo yang juga guru Bahasa Jawa SMPN 3 Purbalingga , membacakan berita “Program Rantang Berkah, Butuh Panyengkuyunge Perangkat Desa”

Berita yang dibaca, ujar Catur Indinah, menonjolkan kearifal lokal dan kegiatan pembangunan serta kemasyarakatan terkini. Ini sebagai upaya nguri-uri Bahasa Jawa Banyumasan.Demikian juga kabupaten/kota lain di Jawa-Tengah,  mengirimkan rekaman dalam bahasa dialek setempat ke KPID Jateng. Selanjutnya rekaman dari berbagai daerah itu disiarkan secara bergantian, Selasa, 18 Juni 2019 di Studio RRI Semarang, RRI Surakarta, RRI Purwokerto dan LPP Lokal se Jawa Tengah pada pukul 08.00 – 10.00 WIB. 

“KPID Jateng ingin memecahkan rekor MURI, pembaca berita terbanyak dengan bahasa dialek di daerah masing-masing di Jawa Tengah,” ujar Catur Indinah Rahayuni.

 Kegiatan ibi, menurut Catur Indinah, sangat menarik.“Ini sangat menarik untuk membumikan bahasa daerah Jawa Tengah, apalagi yang jadi pembaca berita adalah pejabat dan tokoh pemerhati Bahasa Jawa. Harapannya bisa menjadi pemacu semangat bagi generasi muda untuk melestarikan dan membiasakan berbahasa daerah sebagai salah satu khasanah budaya,” jelasnya. 

Sementara itu untuk pemecahan rekor versi televisi dilaksanakan di studio mini kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 19 Juni 2019. 

“Gubernur Jawa Tengah juga jadi pembaca berita berbahasa daerah,” ucapnya.

Catur Indinah Rahayuni juga mengatakan, untuk melestarikan Bahasa Jawa Dialek Banyumasan atau Penginyongan beserta khasanah budayanya, LPPL Radio Gema Soedirman, akan bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP Kabupaten Purbalingga. Dalam waktu dekat, akan dibuka acara khusus seminggu sekali, durasi waktu satu jam, tentang berbagai  hal untuk nguri-uri bahasa Jawa dialek Banyumasan.(PI-2)

Facebook Comments
Like