PurbalinggaNews – Program Museum Masuk Sekolah oleh Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja baru pernah dilaksanakan pada Tahun 2019 ini. Sekolah yang menjadi sasaran Museum Masuk Sekolah yakni SMP Negeri 4 Kemangkon.

Kasi Cagar Budaya, Permuseuman dan Sejarah pada Dindikbud Purbalingga, Sudino mengatakan tahun ini Museum Masuk Sekolah hanya dilakukan pada satu sekolah saja. Pendanaan program tersebut menggunakan DAK Non Fisik Museum dan Taman Budaya Kemdikbud RI.

“Tujuan diadakannya program tersebut yakni mengenalkan museum sebagai media nyata belajar sejarah bagi siswa karena mereka melihat langsung bendanya sekaligus untuk mengisi waktu pada kegiatan class meeting,” kata Sudino, Selasa (10/12).

Pada program Museum Masuk Sekolah, kegiatan diisi dengan sosialisasi keberadaan Museum Soegarda. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan siswa ke stand pameran di dalam kelas yang telah diatur sedemikian rupa menjadi ruang pameran.

“Sementara mereka menunggu antrean berkunjung, tim juga menyediakan merchandise melalui permainan berkelompok di lapangan sekolah,” ujarnya.

Koleksi yang dipamerkan oleh Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja meliputi situs perbengkelan gelang batu Limbasari dan Ponjen serta koleksi peralatan penderen. Kemudian ada pula koleksi setrika arang, pekinangan, tombak pusaka duplikat dan pedang serta foto lingga yoni Kedung Benda.

“Bahkan dari siswa sendiri pun masih banyak yang tidak tahu jika Kemangkon memiliki peninggalan bersejarah Lingga Yoni di Kedung Benda,” ungkap Sudino.

Dari kegiatan tersebut pula dapat diamati jika masih banyak siswa yang belum pernah berkunjung ke Museum Soegarda. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan jarak yang jauh dan juga karena ketidaktahuannya ada museum di Purbalingga.

“Termasuk para guru di sekolah tersebutpun banyak yang belum berkunjung ke museum, hal ini yang akan kami sosialisasikan terus kepada masyarakat Purbalingga agar lebih mengenal museum di Purbalingga,” pungkasnya. (PI-7)