Para Pemateri Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Informasi Kontributor Berita Daerah jatengprov.go.id bertempat di Hotel Laras Asri Salatiga, Rabu (21/3)

PurbalinggaNews – Media online yang dimiliki oleh pemerintah baik kabupaten/kota menjadi sarana publikasi yang efektif di jaman digitalisasi media. Perkembangan informasi dan teknologi membuat masyarakat beralih dalam mencari informasi, yang dulu dari media cetak dan elektronik sekarang mulai beralih ke media online.

Kepala Bidang (Kabid) Statistik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Tubayanu mengatakan dengan adanya UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan informasi. Untuk itu berita-berita yang disampaikan oleh kabupaten/kota harus up-to-date dan harus mengandung substansi yang menarik serta layak untuk dibaca oleh masyarakat.

“Untuk itu pergunakan media online sebaik mungkin untuk mempublikasikan potensi daerah, kebijakan dan hasil-hasil pembangunan di wilayahnya masing-masing,” katanya saat membuka pertemuan pengembangan sumber daya informasi bagi kontributor jatengprov.go.id di Hotel Laras Asri Salatiga.

Tubayanu juga menambahkan pemberitaan di jatengnews room menjadi rujukan bagi pemberitaan media masa lainnya. Media masa dipersilahkan untuk mengambil pemberitaan di jatengnews room secara gratis. Dengan begitu publikasi bukan hanya media di lokal saja namun bisa masuk di media nasional.

Dalam kesempatan itu Tubayanu berterima kasih kepada seluruh kontributor yang telah melakukan pengiriman rilis berita. Dari data per Februari, Kabupaten Purbalingga masih sebagai pengirim rilis terbanyak yakni sebanyak 179 rilis, kemudian Kendal dengan 160 rilis dan Boyolali dengan 133 rilis. Sedangkan untuk evaluasi tahun 2017 Purbalingga masih nomor 1 dengan 494 rilis, kemudian Kendal dengan 222 rilis dan Brebes sebanyak 200 rilis.

“Kegiatan pengembangan SDM kontributor diikuti oleh peserta terdiri 35 kontributor dari kabupaten / kota se Jawa Tengah. Yang akan berlangsung selama 2 hari,” tambahnya.

Pembicara dari SM Network Agus Widiyanto yang membawakan materi mengkomunikasikan berita daerah secara efektif, mengatakan berita daerah masih dianggap sebagai informasi yang tidak penting sehingga tidak diberikan ruang oleh media mainstream. Sehingga perlu kiat-kiat agar goal dari upaya membangun citra positif terukur output dan outcome.

“Untuk itu seorang kontributor harus bisa berkomunikasi dan bisa meprespektifkan suatu berita secara tuntas. Dan perlu mempromosikan rilis berita tersebut di lini masa seperti di media sosial. Kalau perlu menggunakan buzzer untuk mempromosikannya,” katanya.

Sedangkan pembicara lainnya, Pengurus PWI Jateng, Mohammad Sanroji yang membawakan materi teknik penulisan berita mengatakan dalam penulisan berita data dan fakta serta bukan opini pribadi kontributor. Dalam menulis berita juga harus menggunakan kaidah kode etik jurnalistik, sehingga dalam melakukan penulisan berita menjadi lebih mudah.

“Sebuah berita yang layak dimuat harus aktual dan faktual, selain itu juga harus memenuhi rambu-rambu hukum, etika sosial, rambu-rambu instansi dan rambu-rambu bisnis,” katanya. (PI-2)