PurbalinggaNews – Harapan keluarga besar SMP Negeri 2 Kutasari, Purbalingga selama 10 tahun terakhir ini untuk memiliki masjid yang representatif, kini terwujud. Sebuah masjid bernama Al Barokah, Selasa (15/9/2020) yang berada di pojok kanan depan kompleks sekolah setempat, diresmikan oleh Bupati Purbalingga yang diwakili  Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB-P3A) Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka AP.Masjid ini berukuran 14×14 meter yang mampu menampung 400 jamaah, dan menghabiskan dana Rp 1 milyard.

“Ibu bupati merasa bangga terhadap keluarga besar SMP Negeri 2 Kutasari dan antusias yang tinggi masyakat di sekitarnya untuk membangun masjid ini.Semangat gotong royong dan partisipasi guru, karyawan, siswa dan masyarakat sekitar terjalin baik.Semoga masjid ini mampu meningkatkan  keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT,” ujar Raditya Widayaka yang mewakili Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE B.Econ, MM.

Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Soderi S.Pd, M.Pd  mengemukakan, dana pembangunan masjid ini dari infaq para guru, karyawan, siswa, orang tua dan para donatur, baik berupa materiil maupun infaq tenaga kerja berupa  kerja bakti berkali-kali. Serta bantuan dana dari Yayasan Annaba Purwokerto. “Pembangunan Masjid ini menghabiskan dana sebesar Rp. 739.248.066,-, dan infak Rp 300.000.000,-, sehingga total bernilai Rp 1 milyard,” ujar Soderi.

Pembangunan masjid ini dimulai pada tanggal 25 Juni 2019, direncanakan 10 bulan, dan selesai tepat waktu pada bulan April 2020.Masjid ini dilengkapi dengan tempat wudlu pria dan wanita, serta kamar mandi.

Soderi berharap,  masjid ini bisa menjadi sarana ibadah bagi Keluarga Besar SMP Negeri 2 Kutasari, masyarakat sekitar Munjul, Karanglewas, dan Karangbanjar. Juga diharapkan bisa mamfasilitasi kebutuhan sarana ibadah bagi para pelintas jalan raya Tobong-Kutasari yang semakin hari kian padat.

Masjid ini masih memerlukan sarana tempat wudlu bagi 601 siswa dan 50 guru karyawan pada hari-hari efektif sekolah. Disamping itu, penyediaan lahan parkir di selatan masjid dan rest area bagi pelintas jalan raya Tobong-Kutasari merupakan hal yang mutlak diperlukan, sehingga kemanfaatan masjid ini semakin bertambah.

“Kami berterima kasih kepada Yayasan Annaba, yang  memberikan bantuan lanjutan berupa karpet, Al Qur’an dan perangkat pendingin ruangan AC,” ujar Soderi.

Sementara itu, selain peresmian masjid, juga diresmikan Toko Kuda Poni dan Spendalika Edu Park.

Toko Kuda Poni (Kutasari Dua Pojok Niaga) merupakan koperasi sekolah  yang menjual berbagai kebutuhan perlengkapan sekolah. Sedangkan Spendalika Edu Park merupakan kepanjangan dari SMP Negeri 2  (Kutasari), lingkungan, ilmu, karakter dan alam raya adalah taman pendidikan yang dibangun untuk menunjang pembelajaran dan menanamkan karakter peserta didik.

Spendalika Edupark secara bertahap akan dilengkapi mini outbond, mini sirkuit, pojok belajar, wahana simulasi Lalu Lintas, koleksi berbagai tanaman untuk pembelajaran dan lainnya. Desain mini sirkuit merupakan inspirasi dari Sirkuit Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (PI-7)