Para peserta sedang melakukan pelatihan pembuatan kopi ekpreso di Griya UMKM, Senin (15/4).

PurbalinggaNews, Sang Maesto Kopi Indonesia Ashari Kimiawan melatih 20 orang pengracik kopi atau lebih dikenal dengan sebutan Barista. 20 orang tersebut berasal dari sentra-sentra kebun kopi di Purbalingga seperti Jingkang, Siwarak, Langkap, Gondang, Sirandu, Karangjambu dan Kutasari. Pelatihan dilakukan di Griya UMKM Purbalingga, Senin (15/4).

Ashari mengatakan untuk menekuni profesi barista bukanlah perkara mudah, seperti semudah membalikkan tangan. Seorang Barista harus mempunyai kepekaan dalam mengolah dan menyajikan secangkir kopi agar dapat para penikmat kopi bisa merasakan kenikmatan kopi yang diseruputnya.

“ Seorang Barista harus sudah terlatih secara terlatih secara professional untuk membuat espresso, plus memiliki keahlian tingkat tinggi untuk meracik kopi-kopi yang melibatkan berbagai campuran dan rasio semacam latte atau cappuccino,” katanya.

Sedangkan Kabid UKM pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Purbalinga Adi Purwanto mengatakan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para Barista di bidang peracikan kopi dengan benar. Selama ini pegiat kopi hilir hanya kosentrasi dibudidaya kopi saja dan pasca panen.

“ Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat sehingga akan memajukan UMKM di Purbalingga. Diharapkan nantinya apabila ada tamu atau wisatawan datang ke kebun kopi dapat disuguhi dengan benar,” katanya.

Kegiatan juga dimotori Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM Purbalingga dengan menghadirkan para pegiat kopi non kedai/cafe untuk belajar bersama meracik kopi.  Yakni sentra kopi Gunung Malang, Kopi Jingkang, Kopi Gunung Kelir, Kopi Langkap, Kopi Kendil serta Kopi Plana,

Terpisah pemilik Ponit PBG Coffe Roastery mengatakan bisnis penjualan kopi sekarang sedang booming, penjualan dilakukan dengan online dan pengirimannya dengan delivery order jika masih dalam wilayah Purbalingga. Kopi Purbalingga sangat diminati dikarenakan rasa dan bau yang berbeda dengan kopi-kopi daerah lainnya.

“ Bulan Maret sampai April ini petani kopi sedang panen raya,” katanya yang lebih memfokuskan penjualan roster kopi. (PI-2)

 

 

Facebook Comments
Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here