Para Pemohon Kartu Mendatangi Kantor Dinnaker Purbalingga

PurbalinggaNews- Lulusan baru atau fresh graduate mendominasi pemohon kartu kuning atau kartu pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) kabupaten Purbalingga. Hal tersebut disampaikan Yudik Hendri Hananto, pegawai fungsional Dinnaker yang khusus mengelola permohonan kartu kuning di kantor Dinnaker Purbalingga, Selasa (11/6).

Yudik mengatakan, setiap harinya Dinnaker Purbalingga melayani 158 pemohon kartu kuning yang dari jumlah itu didominasi oleh lulusan baru. Menurutnya, pemohon dari lulusan SLTA atau lebih khususnya SMK mendominasi pemohon kartu pencari kerja. Jumlah 158 tersebut meningkat dibanding hari-hari biasa.

“Meningkat pasti dan jumlah 158 perhari itu didominasi oleh fresh graduate yang ingin mencari kerja,” kata Yudik.

Namun, jumlah 158 itu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2017 dan 2018 pelayanan kartu kuning pasca lebaran atau kelulusan bisa meningkat hingga 200%. Akan tetapi di tahun ini peningkatan hanya berkisar di angka 50% saja. “Biasanya kalau kelulusannya dekat sama lebaran, pemohon bisa meningkat sampai 200%. Tapi di tahun ini peningkatannya tidak signifikan. Dulu itu bisa tembus 300 pemohon kalau hari-hari pertama buka,” ujarnya.

Saat disinggung apakah para pemohon setelah mendapatkan pekerjaan melapor kepada Dinnaker, Yudik menjelaskan  perusahaan-perusahaan lah yang aktif melapor ke Dinnaker Purbalingga.Dan jika ada perusahaan yang belum melapor, Dinnaker Purbalingga akan melakukan jemput bola ke perusahaan  untuk melakukan survey tahunan. Tercatat ada perusahaan besar seperti Boyang, Indokores, Sunchang, Euro, Sophian dan Sun Starindo yang aktif melapor tentang jumlah tenaga kerjanya.

“Ada enam perusahaan besar yang aktif melapor. Kami harapkan perusahaan lain juga aktif melapor jumlah tenaga kerjanya agar kami bisa melakukan monitoring dan pemetaan,” ucapnya.

Salah satu pemohon, Ismilawati dari Kutasari menuturkan, setelah mendapat kartu kuning dari Dinnaker Purbalingga, dirinya berharap bisa langsung mendapatkan pekerjaan di tempat yang dia inginkan. Dirinya sedang menimbang-menimbang apakah apakah melamar pekerjaan di Purbalingga atau di luar kota.

“Saya sudah ingin bekerja agar kehidupan kami lebih baik. Saya masih berpikir apakah bekerja di Purbalingga saja atau di luar kota,” pungkas lulusan salah satu SMK di Purbalingga itu. (KP-4).

Facebook Comments
Like