Kunjungan Dinas Lingkungan Kab. Magelang ke Limbas Pustaka Muntang, kemangkon Purbalingga

PurbalinggaNews- Sebagai salah satu lembaga atau kelompok yang terbukti berhasil mengendalikan lingkungan, Limbah Pustaka Desa Muntang Kec. Kemangkon layak untuk menjadi  tempat studi banding. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Tri Agung Sucahyono saat membawa rombongan berjumlah 45 orang dalam rangka studi banding tentang sampah di Limbah Pustaka, Kamis (11/7).

Tri Agung mengatakan, sampah yang tidak terkelola dengan baik sudah menjadi isu di berbagai tempat termasuk di daerahnya. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak menjadi sesuatu yang menarik di tengah masyarakat sehingga perlu terobosan agar pengelolaan sampah bisa terselesaikan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan sampah bisa diminimalisir.

“Dimana pun, termasuk di Magelang isu sampah sebenarnya jadi isu hangat karena belum termanage dengan baik. Pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang tidak menarik karena dianggap suatu yang tidak bermanfaat,” kata Tri Agung.

Limbah Pustaka dipilih Kabupaten Magelang karena telah terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu sampah namun dikemas dengan sesuatu yang menarik yaitu tentang buku dan literasi. Perpaduan dua hal berbeda tersebut akan menjadi rujukan Pemkab Magelang dalam hal ini Dinas Lingkungan Kab. Magelang untuk melakukan hal sama namun dengan konsep yang berbeda.

“Kami akan mencoba memadukan dua hal ini namun dengan konsep yang berbeda tentunya. Kalau di Purbalingga sampah bisa dipadukan dengan literasi, nanti kita kan pikirkan dengan apa perpaduan itu,” ujarnya.

Pengelola Limbah Pustaka, Roro Hendrati yang berhasil ditemui seusai acara mengaku senang jika ilmu yang dia tularkan bisa bermanfaat bagi orang lain. Konsep Limbah Pustaka menurutnya sudah banyak diadopsi oleh lembaga bahkan pemerintah dari lain daerah. Dirinya berharap agar masyarakat dimana pun sadar akan lingkungan sehingga akan berbuat hal positif untuk mengurangi residu sampah dengan kemasan yang lebih menarik.

“Saya senang bisa berbagi ilmu. Saya harap masyarakat diluar sana juga sadar dengan isu lingkungan dan kemudian mengemasnya menjadi lebih menarik,” pungkasnya. (KP-4).

Facebook Comments
Like