Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan kepada Ketua KWT Kenanga

PurbalinggaNews – Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga, Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan mendapatkan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jawa Tengah berupa alat pertanian. Hibah dalam bentuk barang tersebut meliputi satu unit mesin pembuat mie, satu unit mesin parut kelapa dan timbangan digital kapasitas 30 kg sebanyak dua unit.

Pemberian hibah dalam bentuk barang tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 460/19 Tahun 2019 tentang Penerima Hibah Barang Program Peningkatan Ketahanan Pangan pada DKP Provinsi Jawa Tengah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2019. Kemudian berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah 027/0782.11/IV/2019 Tanggal 9 April 2019 tentang Pemberian Hibah dalam Bentuk Barang kepada KWT Kenanga.

Sri Haryanti dari BPP Kecamatan Pengadegan mengatakan hibah dari DKP Provinsi Jawa Tengah pada KWT Kenanga bertujuan untuk mendukung kegiatan pengembangan diversifikasi pengelolaan pangan berbasis sumber daya lokal dengan menambah zat gizi. KWT Kenangan dalam perjanjian tertulis mempunyai kewajiban untuk mengelola barang dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab atas penggunaannya sesuai dengan peruntukannya.

“Rencananya barang yang diberikan akan digunakan untuk membuat olahan pangan lokal seperti wingko singkong, mie mocaf, kerupuk singkong, tiwul instan, cantir singkong dan rengginang singkong,” kata Sri Haryanti saat dihubungi, Senin (21/10).

Menurut Sri Haryanti, KWT Kenanga memproduksi berbagai olahan pangan yang berbahan dasar singkong. Selain itu juga memproduksi manggleng, aneka rempeyek, aneka tepung baik tepung mocaf dari singkong maupun tepung angkrik serta aneka keripik.

“Tentu dengan bantuan barang dari provinsi ini sangat membantu terutama untuk meningkatkan produksi dari KWT Kenanga,” ujarnya.

Ia berharap dengan bantuan tersebut usaha KWT Kenanga yang diketuai oleh Sungaeni menjadi lebih berkembang dan dapat meningkatkan produksi. Serta olahan pangan lokal dengan adanya diversifikasi pangan lebih diminati oleh masyarakat luas.

“Semoga peralatan yang diberikan ini bermanfaat untuk kelompok sendiri sehingga mempercepat proses produksi,” pungkas Sri Haryanti. (PI-7)

Facebook Comments
Like