PurbalinggaNews – Di era revolusi industri sudah barang tentu perempuan adalah tiangnya bangsa. Karena perempuan merupakan guru pertama bagi anak-anaknya agar bagaimana mereka bisa mendapat pengajaran yang baik khususnya di era revolusi industri ini. Dimana banyak sekali pengaruh-pengaruh luar yang masuk ke Indonesia yang seharusnya sebisa mungkin disaring dengan baik bagi para orang tua khususnya para perempuan sebagai sosok pendidik bagi putra putrinya.

Berbarengan dengan momentum Peringatan Hari Kartini yang ke 140 Tahun 2019 yang jatuh pada 21 April maka perempuan Indonesia khususnya para sosok-sosok ibu bisa menjadi garda terdepan agar bisa membentengi putra putri mereka terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar. Dan tentunya bagaimana momentum tersebut bisa mendorong generasi-generasi muda menjadi generasi-generasi yang nantinya bisa berkualitas, cerdas, memiliki kemandirian dan tentunya bisa berdaya saing.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) yang ditemui secara khusus oleh tim mengungkapkan sebagai seorang perempuan sekaligus sebagai seorang pemimpin daerah ia harus bisa membagi waktu untuk keluarga, masyarakat dan pemerintah khususnya. Pembagian waktu menurutnya ada porsinya masing-masing.

“Artinya saatnya untuk masyarakat ya kita harus sebisa mungkin membagi itu, artinya untuk saya saat ini mungkin waktu keluarga dengan kondisi saya sebagai pemimpin daerah tentunya waktu untuk masyarakat untuk kegiatan pembangunan, pemerintahan, kemasyarakatan akan lebih banyak dibandingkan waktu berkumpul dengan keluarga,” kata Tiwi.

Akan tetapi, kuantitas tersebut tidak menjadi perihal yang penting. Banyak sedikitnya waktu yang ada, yang terpenting adalah kualitasnya. Artinya walaupun waktu yang hanya sedikit untuk keluarga tapi kita manfaatkan sebisa mungkin, semaksimal mungkin bagaimana waktu dengan keluarga itu bisa sangat berkualitas.

Pada Upacara Peringatan Hari Kartini ke 140 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Purbalingga, dalam sambutannya Tiwi mengatakan tema yang diambil pada peringatan tersebut yakni ‘Dengan Semangat Kartini, Kita Wujudkan Kualitas Keluarga untuk Purbalingga Maju dan Berdikari’. Tema yang diambil sangat tepat dan relevan dengan visi Kabupaten Purbalingga yakni ‘Purbalingga yang Mandiri, Berdaya Saing menuju Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia’.

“Serta misi keempat yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia utamanya melalui peningkatan derajat pendidikan dan derajat kesehqatan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam mempersiapkan dan mencetak generasi yang tangguh serta berkualitas tersebut keluarga mempunyai peran yang sangat penting. Karena lewat keluargalah pembentukan generasi yang kuat dan sehat dimulai.

“Dalam kaitan ini peran seorang ibu sebagai pendidik yang pertama benar-benar diuji dan dipertaruhkan,” tegas Tiwi.

Tanggal 21 April merupakan hari kelahiran pahlawan nasional Raden Ajeng (RA) Kartini, pejuang emansipasi wanita. Kartini adalah sosok perempuan yang fenomenal dalam memperjuangkan haknya serta emansipasi wanita dijamannya. Kartini juga dikenal sebagai sosok kebangkitan perempuan pribumi.

“Beliau priyayi yang sangat khawatir melihat realita nasib perempuan yang sangat terbelakang dan terkekang oleh nilai-nilai adat dan nilai-nilai feodalistik yang berlaku saat itu, jiwa Kartini memberontak terhadap lingkungan yang melingkupinya,” tuturnya.

Karini tidak ingin melihat perempuan Indonesia sebagai Konco Wingking yang hanya sebatas mengurusi dapur dan tugas lainnya. Perempuan Indonesia harus mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang. Kepeloporannya wajib ditiru dan diamalkan yakni semangat untuk keluar dari ketertindasan, semangat untuk maju dan berkembang yang memperlihatkan betapa hak asasi manusia Indonesia sangat diperhatikan terlebih hak wanita dalam menempatkan diri ikut serta dalam membangun nusa dan bangsa.

Saat ini cita-cita RA Kartini sudah dapat dirasakan terbukti perempuan-perempuan Indonesia sudah maju dan modern serta sama kedudukannya dalam berbagai hal dengan kaum pria. Untuk itu perempuan mempunyai peran yang tidak kalah penting dalam ikut mendukung dan memberi semangat kepada para suami dalam menggapai kesuksesannya. Karena dibalik kesuksesan seorang pria pasti ada wanita hebat dibelakangnya.

“Kartini adalah sosok perempuan yang hebat, sosok tokoh emansipasi wanita dan oleh karenanya di era emansipasi sekarang ini dimana kesetaraan gender dan wanita bisa berkiprah di segala hal tentunya ini menjadi penyemangat agar bagaimana kedepan perempuan Indonesia khususnya yang ada di Kabupaten Purbalingga bisa terus berkiprah, berkarya, berkontribusi untuk bangsa, negara dan daerah Kabupaten Purbalingga,” harap Tiwi. (PI-7)