Dinkominfo, PWI Purbalingga lakukan gerakan dupak hoax, Jum'at (11/1)

PurbalinggaNews- Generasi muda harus pro aktif memerangi hoax atau berita bohong. Hal tersebut disampaikan Kasi Informasi Komunikasi Publik Dinkominfo Purbalingga, Sapto Suhardiyo saat menyampaikan kampanye anti hoax kepada para siswa SMA 1 Purbalingga di aula sekolah tersebut, Jumat (11/1).

Sapto mengatakan, semua harus berperan memberantas hoax termasuk siswa SMA. Menurutnya, hoax memiliki dampak destruktif yang tidak bisa disepelekan. Hoax bisa menjadi pemicu sesama anak bangsa dan oleh sebab itulah hoax harus diberantas.

“Kalian juga harus menjadi agen pemberantas hoax. Hoax itu sangat merusak dan bisa merusak persatuan bangsa,” kata Sapto.

Sapto menambahkan, para siswa harus mengetahui cirri-ciri berita hoax agar mereka tidak terjebak ikut menyebarkannya. Ciri tersebut misalnya sumber berita yang kurang bisa dipercaya atau media diketahui bukanlah media resmi. Selain itu, kata-kata yang provokatif dan berbau SARA apalagi mendekati hajat besar politik seperti Pemilu.

“Kalian harus mengetahui cirri-ciri berita hoax. Jangan sampai kalian justru ikut menyebarkan berita hoax yang nantinya akan terjerat UU ITE,” imbunya.

Acara tersebut sukses menyedot antusiasme para siswa yang siswa. Acara yang merupakan inisiasi dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Purbalingga dan bertajuk PWI mengajar itu mampu membuat siswa penasaran dengan dunia jurnalistik serta memancing rasa ingin tahu tentang etika bermedia sosial dan mencerna berita dengan baik.

Salah satu siswa, Baviati Febriani menanyakan bagaimana seharusnya masyarakat khususnya para generasi muda bermedia sosial dan apa cirri berita benar dan media yang kredibel. “Saya sangat senang dengan adanya acaranya ini. Saya antusias untuk mengetahui bagaimana caranya beretika di media sosial dan caranya tahu media yang resmi,” pungkasnya. KP-4)

Facebook Comments
Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here