Salah satu pengunjung berfoto di Jembatan Sigintung

PurbalinggaNews – Jembatan bagi sebagian orang mungkin biasa karena dinilai sebagai penghubung antara satu tempat dengan tempat yang lain. Namun, di Kabupaten Purbalingga ada satu jembatan yang menarik perhatian banyak orang? Jembatan apakah itu? Ya Jembatan Tegalpingen-Pepedan yang berada di atas Sungai Gintung.

Walaupun dari segi pengerjaannya belum selesai 100 persen, namun jembatan lengkung ini mampu menyedot masyarakat yang penasaran akan kemegahan jembatan ini. Jembatan Tegalpingen-Pepedan ini menghubungkan antara Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan dan Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol.

Jembatan ini dibangun sepanjang 130 meter dengan lebar tujuh meter. Pembangunan jembatan ini pun mendapatkan alokasi dana Bantuan Gubernur sebesar 28,96 Miliar.

Pembangunan jembatan ini sudah direncanakan sejak Tahun 2016. Pada tahun 2016 pula Detail Engineering Design (DED) dikerjakan. Kemudian Tahun 2017, pembangunan jembatan dimulai. Pelaksana proyek PT. Ghaitsa Zahira Shofa pun diminta untuk mempercepat penyelesaian jembatan. Karena sesuai dengan kontrak pekerjaan, pembangunan ditarget selesai pada 5 Desember 2017.

Ternyata rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu hingga akhirnya putus kontrak. Proyek pembangunan jembatan ini pun kembali dilanjutkan pada Tahun 2018 dengan nilai kontrak Rp 5 M dan dikerjakan oleh PT. Rekaya Semesta Utama.

Pekerjaan terus dikebut dan terus dipantau agar tidak terjadi putus kontrak lagi. Pekerjaan fisik jembatan telah dilaksanakan pada bulan April dan sesuai kontrak selesai pada 19 September 2018. Proyek ini pun nyatanya belum bisa terselesaikan sesuai waktu yang ditentukan. Pelaksana proyek akhirnya diberikan perpanjangan waktu hingga 8 November 2018.

Jembatan penghubung dua desa ini pun selesai namun untuk bisa dilewati harus tetap menunggu penyelesaian pembangunan jalan yang tengah dikerjakan oleh rekanan yang berbeda. Kegiatan pembangunan jalan penghubung Pepedang – Tegalpingen Tahun 2018 ini disepakati dengan nilai kontrak Rp 6,4 miliar kepada PT Purnama Putra Wijaya.

Kini, jembatan lengkung dengan nuansa merah dapat dinikmati oleh masyarakat namun belum bisa dilalui karena penngerjaan jalan yang belum selesai. Tidak hanya itu, jalan dari arah Desa Tegalpingen pun kondisinya masih rusak karena pada saat pengerjaan jembatan sering menjadi mobilitas kendaraan berat. Kondisi yang serupa pun juga terjadi di jalan Desa Pepedan menuju Jembatan.

Hal ini tentu membahayakan bagi para pengendara yang sengaja datang untuk melihat jembatan ini. Belum lagi turunan yang terjal dan jalan yang berlubang cukup parah tentu akan sangat membahayakan terutama pengguna sepeda motor. Diperlukan kehati-hatian untuk mencapai jembatan ini.

Walaupun demikian, tidak sedikit orang yang dengan sengaja melihat pesona jembatan lengkung ini dari arah Desa Tegalpingen. Dari arah Desa Tegalpingen, masyarakat dapat menikmati pesona jembatan lengkung dari atas, ditambah alamnya yang indah menambah anggun pesona jembatan ini.

Sesampainya di atas jembatan lengkung ini, masyarakat yang datang akan dibuat terkagum-kagum akan kemegahan jembatan ini. Apalagi jembatan ini belum dapat dilewati para pengendara, sehingga masyarakat yang datang dapat leluasa mengambil gambar ataupun berswa foto.

Belum lagi pesona alam yang indah dan hamparan sungai yang luas membuat masyarakat betah berlama-lama di jembatan ini. Apalagi pada saat sore hari penduduk sekitar datang berkunjung ke jembatan ini. Kanan kiri jembatan ini dikelilingi dengan alam yang memukau. Belum lagi aktivitas penduduk di Sungai Gintung menjadi pemandangan yang asyik.

Tidak jarang anak-anak datang berkunjung bersama rekan-rekannya. Bahkan adapula yang mengira jembatan tersebut sudah bisa dilalui. Sri Haryani, salah satu penduduk Desa Tegalpingen mengatakan ke depan jembatan tegalpingen-pepedan dapat menjadi obyek wisata baru.

“Tinggal pengelolaannya di tambah dengan obyek lainnya yang menarik dan infrastuktur jalannya diperbaiki pasti banyak yang ke sana,” kata Sri Haryani.

Pesona jembatan ini pun ternyata memikat para pecinta fotografi untuk berburu moment indah di jembatan ini. Sepri Lisanto, salah satu peserta Lomba Foto 188 Tahun Purbalinggaku berhasil mengabadikan jembatan ini secara menyeluruh yang berselimutkan kabut tebal. Foto inilah yang mampu membuatnya menjadi Juara 1 Lomba Foto 188 Tahun Purbalinggaku.

Tidak hanya itu, peserta lainnya juga ada yang mengambil jembatan ini untuk diikutsertakan pada lomba yang digelar oleh Dinkominfo Purbalingga. Rupanya keindahan jembatan Tegalpingen-Pepedan ini mampu menarik para pecinta fotografi untuk berburu foto. Tidak hanya itu, wargaNet pun mulai berburu foto di atas jembatan sepanjang 130 meter ini untuk diunggah di berbagai media sosial.

Jembatan Tegalpingen-Pepedan ternyata menyimpan magnet yang besar hingga mampu menarik rasa penasaran masyarakat Purbalingga. Belum selesai saja sudah banyak yang asyik berswa foto apalagi jika pembangunan jembatan sudah dilengkapi dengan infrastruktur jalan yang bagus, tentu akan semakin banyak masyarakat yang datang dan diuntungkan.

Jarak yang ditempuh warga Desa Tegalpingen ke desa seberang tidak lagi harus jauh memutar melalui Kecamatan Rembang. Tetapi cukup melintasi jembatan ini maka akses warga semakin dipermudah. Harapan yang dinanti-nantikan penduduk desa setempat pun akhirnya terwujud, mereka tidak lagi menyeberangi aliran sungai cukup melewati jembatan lengkung ini. (PI-7)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here