Kesenian tek-tek sambut Bupati dan Kapolres saat HUT Bhayangkara di alun-alun Purbalingga

PurbalinggaNews- Dalam rangka ingin mendekatkan diri kepada masyarakat dan lebih humanis, Kepolisian Resor (Polres) menghadirkan berbagai kesenian tradisional saat upacara HUT Bhayangkara. Hal tersebut disampaikan Kapolres Purbalingga AKBP Kholilul Rochman sesaat setelah upacara HUT Bhayangkara ke-73 di alun-alun Purbalingga, Rabu (10/7).

Kholilul mengatakan, kesenian tradisional erat dan kental sekali dengan masyarakat kecil khususnya pedesaan. Menurutnya, ksenian tradisional harus dilestarikan agar masyarakat lebih mengenal budayanya yang adiluhung dan itulah yang coba diadopsi Polres Purbalingga agar personel Polri bisa lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini kita hadirkan agar masyarakat tahu Polri juga concern terhadap budaya dan kita ingin mengenalkan kepada masyarakat kalau kami ini sudah lebih humanis,” katanya.

Dia menambahkan, berbagai kesenian seperti kuda kepang, tek-tek atau calung, barongsai hingga seni beladiri tradisional dihadirkan pada kesempatan tersebut. Tak hanya dari segi kesenian fisik, makanan tradisional juga dihadirkan bahkan Polres Purbalingga mengundang penjual jamu gendong asal Desa Beji Kecamatan Bojongsari sebanyak 30 penjual.

“Ini kita juga hadirkan penjual jamu gendong dari Desa Beji sebanyak 30 orang harapannya agar masyarakat Purbalingga tahu di setiap sudut Purbalingga ada potensi,” imbuhnya.

Ngatimah, penjual jamu gendong asal Desa Beji mengaku senang dilibatkan dalam hajat Polri yang diselenggarakan tadi pagi itu. Dirinya berterima kasih kepada setiap pihak yang telah melestarikan keberlangsungan jamu gendong di Desanya.

“Saya berterima kasih kepada bapak polisi yang telah mengundang kami dalam acara ini. Semoga usaha jamu gendong kami bertahan sampai kapan pun,” pungkasnya. (KP-4).

Facebook Comments
Like

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here