Pembicara dari Kemenpar RI pada saat Sosialisasi ISTA di TWP Purbasari Pancuranmas, Selasa (9/4)

PurbalinggaNews – Guna menggaungkan destinasi wisata yang ada di Jawa Tengah khususnya Jawa Tengah Bagian Barat dan Selatan, Kementerian Pariwisata RI mengadakan Sosialisasi Indonesa Sustainable Tourism Award (ISTA) Tahun 2019. Sosialisasi ini bertempat di Purbalingga bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga serta Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas yang diikuti oleh pengelola destinasi wisata.

“Dipilihnya tempat kegiatan di TWP Purbalsari Pancuranmas, karena pada Tahun 2018 lalu, destinasi wisata ini mampu meraih penghargaan ISTA untuk kategori tata kelola destinasi wisata,” kata Kepala Dinporapar Kabupaten Purbalingga, Yanuar Abidin saat membuka Sosialisasi ISTA Tahun 2019 di Aula Gendu Rasa TWP Purbasari Pancuranmas, Selasa (9/4).

Yanuar menyampaikan berdasarkan pengalaman sebelumnya, tujuan TWP Purbasari Pancuranmas mengikuti ISTA tujuannya bukan untuk mengejar penghargaan. Namun, untuk mengukur implementasi pariwisata berkelanjutan terutama dalam pengelolaan destinasi wisata .

“Tujuan kami mengirimkan peserta ISTA adalah memberikan rekognisi terhadap pihak-pihak yang telah berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, keikutsertaan Purbalingga pada ISTA tahun lalu juga untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk-produk pariwisata berkelanjutan. Ditambah partisipasi dan kerjasama sektor publik maupun swasta dalam pembangunan pariwisata di tingkat destinasi.

“ Setelah melalui tahapan penilaian serta peninjauan lapangan dengan aspek yang dinilai meliputi tata kelola destinasi pariwisata berkelanjutan, dampak ekonomi masyarakat sekitar destinasi  dan aspek lainnya hingga akhirnya TWP Purbasari Pancuranmas mampu meraih prestasi tersebut,” imbuh Yanuar.

Lebih lanjut, Kasubbid Strategi dan Perencanaan Ekosistem Pariwisata pada Kemenpar RI, Yuyanti mengatakan ajang ISTA Tahun 2019 ini merupakan kali ketiga digelar oleh Kemenpar. ISTA diadakan untuk mensosialisasikan prinsip pariwisata berkelanjutan ke seluruh pengelola pariwisata.

“ISTA ini bukan untuk kalah menang tapi sebagai penerapan dari Permenpar No 14 Tahun 2016 tentnag Destinasi Pariwisata Berkelanjuatan yang diadopsi dari kriteria GSTC (Global Sustainable Tourism Council, Red),” kata Yuyanti.

Di dalam Permenpar tersebut terdapat 104 indikator dan 44 kriteria terkait dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Karena pada prinsipnya, ia menegaskan pariwisata berkelanjutan di Indonesia terdiri dari 3P + 1M yakni People, Planet, Prosperity dan Management.

“Hal ini diartikan meliputi pemberdayaan masyarakat, pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan yang ditambahkan aspek pengelolaan secara professional,” ujarnya.

Hal ini serupa dengan konsep yang diusung dalam pariwisata berkelanjutan yakni ‘Semakin Dilestarikan, Semakin Mensejahterakan’. Jadi dimana destinasi pariwisata yang dibangun terus berkelanjutan dan disitulah masyarakat sejahtera.

“Dan ISTA untuk Tahun 2019 ini kami buka mulai 18 Maret dan ditutup tanggal 18 Mei 2019 mendatang,” jelas Yuyanti.

Ia berharap setelah diadakannya sosialisasi ini, destinasi-destinasi wisata bisa mulai mendaftar. Apalagi satu kabupaten/kota tidak dibatasi untuk destinasi wisata yang akan mendaftar.

“Semakin banyak semakin bagus karena nanti disitu juga ada konsorsium (keterlibatan, Red) nah itupun kalau bisa konsorsiumnya lebih dari satu karena destinasi itu tidak dapat berdiri sendiri tanpa ada konsorsium yang terlibat,” pungkasnya. (PI-7)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here