Kepala Dinkop UKM Budi Susetyono berfoto bersama para pemenang lomba video UMKM, di Pendapa Dipokusumo, Rabu (19/9).

PurbalinggaNews – Dalam rangka meningkatkan kreativitas, promosi, dan daya tarik UMKM yang ada di Purbalingga, Dinkop UKM (Dinas Koperasi dan UKM) Kabupaten Purbalingga menggelar lomba makanan inovatif dan video pendek UMKM Purbalingga.  Acara tersebut diadakan di Pendapa Dipokusumo, Rabu (19/9).

Dalam lomba video tersebut, Mrs. Kenny keluar sebagai juara pertama, Purwita Batik juara 2, Cemanting Art juara 3. Dilanjutkan dengan juara harapan 1 Iyuzata Craft, Harapan 2 Soto Klamud, dan Juara Harapan 3 dari Beda Studio

Kepala Dinas Dinkop UKM Budi Susetyono mengatakan, lomba makanan inovatif tersebut dimaksudkan untuk mengangkat potensi dan kreativitas para entrepreneur.

“Saya harap dengan diadakannya acara ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahan pangan lokal yang layak dikonsumsi dan juga menarik, “kata Budi

Budi melanjutkan, lomba video UMKM bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan upaya strategis pemasaran UMKM melalui online.

“Ini merupakan strategi promosi yang bertujuan meningkatkan brand awareness (kesadaran akan produk). Dengan video ini diharapkan, masyarakat baik di Purbalingga maupun di luar Purbalingga mengetahui UMKM yang ada di Kabupaten Purbalingga, dan akhirnya tertarik dengan produk yang ditawarkan, “kata Budi

Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi langkah Dinkop UKM meningkatkan daya tarik UMKM dengan lomba video tersebut.

“Sekarang apapun yang menarik dapat viral di media sosial. Harapannya video pendek yang telah dibuat nantinya dapat dipost dan saya harap mampu berkontribusi meningkatkan promosi UMKM dan perekonomian di Purbalingga” kata Tiwi.

“Sekarang bisnis kuliner sedang menjamur. Di Bogor ada roti unyil, bolu tales, di Bandung ada Bandung Makuta,di Malang ada Apel Strudle. Purbalingga saya harap ada produk UMKM yang dapat menarik para wisatawan. Ketika berkunjung ke Purbalingga, dapat membawa oleh-oleh yang khas Purbalingga banget” lanjut Tiwi.

Salah satu juri video pendek, Bowo Leksono mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi penilaian lomba video tersebut, tidak hanya dari sisi teknis.

‘”Video harus memiliki konsep, bagaimana pemasaran video tersebut harus dapat menarik para calon konsumen, “ kata Bowo.

“Video untuk mengiklankan produk UMKM ini sangat potensial, karena banyak produk UMKM yang sangat menarik untuk bisa divideokan. Melalui lomba video ini para creator (pembuat) video dan pemilik UMKM dapat saling bersinergi” ungkap Bowo. (PI-9)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here