Kesenian Kuda Kepang Jati Kusuma, Desa Bojanegara tengah pentas di kompleks Pasar Desa Bojanegara, Kamis (15/8)

PURBALNGGA – Kesenian Kuda Lumping/Kuda Kepang atau juga di Purbalingga dikenal dengan Ebeg sejatinya memiliki filosofi ajaran yang luhur di dalamnya yang lebih dari sekedar tontonan. Hal itu diungkapkan oleh Imam Saefulloh selaku budayawan sekaligus ketua penyelenggara Pagelaran Ebeg Jati Kusuma, Kamis (15/8) di kompleks Pasar Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara.

“Melalui pagelaran ini, sebenarnya kami hanya ingin memberikan sebuah pengertian kepada masyarakat tentang sebuah filosofi dari Ebeg. Bahwasannya Ebeg adalah sebuah ajaran yang luhur yang dikemas oleh kanjeng Sunan Kalijaga untuk menjadikan manusia menjadi manusia,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, sebuah gambaran dalam Ebeg ketika orang wuru atau mendhem akan semuanya ditabraki, berjalan tidak beraturan. Namun ketika menggunakan jaran dia akan berjalan sesuai dengan iramanya yang harmonis dan serasi.

“Sedangkan jaran (kuda,red) sendiri adalah diibaratkan sebagai ajaran. Ajaran itu adalah Islam : Ingsun Sejatining Ana Ing Menungsa. Sebuah makna ketauhidan yang luar biasa sekali. Jadi kali ini pagelaran Eebeg tidak hanya sekedar tontonan tapi ada kajian yang terkandung di dalamnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menyatakan apresiasi atas diadakannya pertunjukan kesenian ini baik kepada panitia penyelenggara, pemerintahan desa, Karangtaruna , maupun mahasiswa KKN yang juga tutur mengorganisir. “Saya harap ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan bermanfaat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi atas peran dari sejumlah elemen dari pemerintahan desa, tokoh-tokoh pemuda dan masyarakat setempat untuk menguri-uri budaya. Terebih ketika mengingat kembali bahwa kuda kepang/Ebeg ini memilikimaknba dan filosofi yang luhur.

“Semoga ini tidak sekedar tontonan tapi juga bisa menjadi tuntunan, mudah mudahan kesenian Kuda kepang ini bisa lebih maju dan berkembang, mampu menumbuhkembangkan rasa cinta budaya lokal bagi pemuda, ini juga sebagai pembelajaran bagi generasi muda terhadap kesenian,” ungkapnya.

Atas kontribusinya terhadap pembangunan di bidang kebudayaan, Paguyuban Kesenian Ebeg Jati Kusuma Bojanegara kali ini mendapatkan hadiah dari bupati serupa seragam dan juga uang pembinaan. Ia berharap seragam dan uang pembinaan itu bisa semakin menyemangati para pelaku seni yang ada di dalamnya untuk semakin giat melestarikan dan meregenerasi kesenian lokal Purbalingga itu.(Gn/Humas) 

Facebook Comments
Like