Ilustrasi Haji

PurbalinggaNews – Di Kabupaten Purbalingga baru 3 bank yang sanggup menerapkan pelunasan haji satu atap, yakni BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah dan Bank Jateng Syariah. Kendala utama yang dihadapi menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh pada Kemenag Purbalingga, Ratmono salah satunya tidak adanya ketersediaan tempat yang memadai.

Ratmono mengatakan penerapan pelayanan pelunasan biaya haji satu atap, Kabupaten Purbalingga dapat dikatakan terlambat khususnya di wilayah Jawa Tengah. Sebab, kabupaten lain di Jawa Tengah sudah banyak yang memprogramkan. Karena kendala tempat sehingga pada tahun 2018, Purbalingga belum bisa melakukan pelunasan haji satu tempat.

Untuk itu Ratmono berharap calon jamaah haji Purbalingga melakukan penyetoran biaya haji secara langsung tanpa melalui perantara. “Namun demikian bagi calon jamaah haji yang mendapatkan halangan atau usia lanjut, bisa melalui perantara dalam melakukan penyetoran biaya haji, namun perantaranya harus yang dapat bertanggungjawab,” katanya saat ditemui di Kantor Kemenag Purbalingga, Selasa (13/3).

Walaupun di Purbalingga belum menerapkan pelayanan satu pintu, pihaknya berharap pelaksanaan haji di Purbalingga tahun 2018 bisa berjalan lancar, aman dan sukses. Untuk itu pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Pemkab Purbalingga khususnya Bagian Kesejahteraan agar pelaksanaan haji di tahun 2018 bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Sebagaimana diketahui pada pelaksanaan haji tahun 2018 Kabupaten Purbalingga mengalami penurunan kuota yakni dari 813 jama’ah  untuk tahun 2017 menjadi 560 jama’ah atau berkurang 253 jama’ah. Pengurangan tersebut dikarenakan kuota haji nasional sudah stabil, dikeranakan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Masjidil Haram sudah selesai. (PI-2)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here