PurbalinggaNews – Desa Tanalum berhasil meraih Juara Harapan 3 pada Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 untuk kategori Desa Wisata Berkembang. Penganugrahan Penghargaan Pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 akan berlangsung pada hari ini (9/12) di Tebing Breksi, Desa Sambireja, Kecamatan Prambanan.

Ketua Pokdarwis Desa Tanalum, Fatah mengatakan bersyukur atas keberhasilan yang diraih Desa Tanalum sebagai Desa Wisata Nusantara kategori berkembang. Dengan pesona alam Desa Tanalum rupanya mampu memikat para dewan juri.

Namun, ia beserta pihak Desa Tanalum dan Pokdarwis Desa Tanalum harus tetap berbangga hati meskipun berada pada urutan ke enam. Menurutnya salah satu kekurangan kenapa harus berada di peringkat ke enam karena faktor pengunjung yang datang ke Desa Tanalum.

“Per Oktober 2019, jumlah kunjungan wisatawan di Desa Wisata Tanalum sebanyak 11.075 orang. Pada tahun 2018 jumlah pengunjung sebanyak 24.895 orang,” kata Fatah saat dihubungi, Senin (9/12).

Dilihat dari data jumlah kunjungan wisatawan Desa Tanalum per tahunnya terjadi penurunan dari Tahun 2018 ke Tahun 2019. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena adanya penutupan dua obyek wisata di Desa Tanalum.

“Ya karena penutupan dua obyek wisata, curug nagasari dan curug aul karena sedang ada penebangan hutan oleh Perhutani,” ujarnya.

Penutupan dua obyek wisata tersebut juga demi menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung selama berada di lokasi obyek wisata tersebut. Selain penutupan dua obyek wisata juga adanya perubahan trend selfie yang mulai kurang diminati oleh masyarakat.

“Untuk saat ini sendiri wisatawan paling banyak berkunjung ke Curug Karang, di sana juga disediakan berbagai paket wisata untuk wisatawan,” jelas Fatah.

Memasuki musim penghujan pun, pelaku wisata Desa Tanalum terus berbenah guna keamanan para pengunjung. Beberapa bulan yang lalu sebelum memasuki musim penghujan, pengelola wisata, pemerintah desa setempat bersama warga desa memasang bronjong di pinggiran Sungai Karang.

“Bronjongisasi ini dilakukan di area daya tarik wisata, kerja bakti bersama masyarakat sekitar dilakukan sekitar bulan Oktober untuk mengantisipasi ketika debit air mulai membesar,” terangnya.

ia berharap dengan dijadikannya Desa Tanalum sebagai Juara Harapan 3 Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 kategori Berkembang ke depannya akan memperbaiki segala kekurangan yang ada id Desa Wisata Tanalum. Hal tersebut menjadi prioritas utama untuk pengelolaan wisata di Desa Tanalum.

“Karena kekurangan ini juga yang menjadi penyebab Desa Tanalum harus menerima untuk menjadi nomor urut ke enam saat Lomba Desa Wisata Nusantara,” pungkas Fatah. (PI-7)

Facebook Comments
Like
1

1 COMMENT

Comments are closed.