PurbalinggaNews – Untuk mencegah virus Corona (Covid-19) Warga desa Grantung Patungan membuat alat penyemprotan otomatis. Menurut Kasi Pemerintahan Desa Grantung, Iwan Supriyatno pembuatan alat penyemprotan merupakan hasil patungan dari pemerintah desa, masyarakat dan CSR dari PT Janu.
” Penyemprotan secara otomatis dengan menggunakan infra merah diharapkan bisa efektif untuk mencegah Covid-19. Kendaraan yang masuk insyallah aman. Biaya yang kita keluarkan sekitar Rp 2,6 juta, itu sudah termasuk dengan infra merahnya,” katanya saat piket posko satgas penanggulangan Covid-19 desa. Sabtu (28/3).
Selain pembuatan penyemprotan otomatis, menurut Iwan ada beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan oleh seperti penyemprotan di ruang publik seperti masjid, musholla, sekolahan, balai desa, serta ruang publik lainnya. Pengawasan kepada pemudik juga telah dilakukan untuk mengkarantina mandiri selama 14 hari.
” Kami juga bekerjasama dengan Puskesmas Karangmoncol, setiap pemudik wajib screening. Setelah itu kami catat untuk diawasi terkait pelaksanaan karantina mandiri.” katanya
Iwan menambahkan kegiatan kumpul-kumpul juga kita batasi. Masyarakat jika tidak punya kepentingan wajib dirumah. Sesuai dengan anjuran pemerintah pelaksanaan sholat Jum’at kemarin diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing.
” Terkait dengan masyarakat yang bandel, tidak mengindahkan peringatan dari satgas, kita laporkan ke Forkompimcam Karangmoncol untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Sedangkan Camat Karangmoncol, Juli Atmadi mengatakan kegiatan penyemprotan disinfektan telah dilakukan semua desa di wilayah kecamatan Karangmoncol. Himbauan terkait dengan social Distance, penggunaan masker jika bepergian, pembelian makanan wajib dimakan dirumah masing-masing telah dilakukan pemerintah kecamatan.
” Malam hari kita juga lakukan patroli, guna memberikan pengarahan kepada masyarakat yang bisa melakukan kumpulan-kumpul di jalan agar ditunda salama wabah Covid-19 masih ada, ” katanya.
Selain itu menurut Juli, kecamatan juga telah melakukan pemantauan para pemudik di posko screening Puskesmas Karangmoncol. Sampai tanggal 26 jumlah pemudik ke wilayah Kecamatan Karangmoncol sudah 1.192 orang. Dari hasil screening terdapat 96 ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan 996 ODR (Orang Dengan Resiko).
” Saya berharap kepada masyarakat Karangmoncol yang di perantauan jangan dulu pulang. Sayangi mereka, orang tua, anak, isteri / suami dengan tidak mudik,” pungkasnya (PI-7)