Bupati Tasdi saat menerima apel kerja pagi gabungan di komplek perkantoran Dinas Koperasi dan UKM, Senin (16/4).

PurbalinggaNews – Peningkatan perekonomian masyarakat melalui kegiatan perdagangan, investasi dan pariwisata (Trade, Investment, Tourism) bakal terus digenjot pemerintahan Bupati H. Tasdi, SH, MM dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE, BEcon. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati berencana membangun kawasan kantor Perdagangan, Investasi dan Pariwisata di komplek perkantoran Jalan Mayjend Sungkono, Desa Selabaya Kecamatan Kalimanah.

Nantinya, komplek perkantoran yang kini ditempati Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Gedung Korpri dan Gedung Kadin bakal diubah menjadi kawasan Trade Investment & Tourism Centre.

“Empat kantor yang mengurusi trade, investment dan tourism kita tingkatkan lebih representatif. Kita kumpulkan disini. Tahun ini mulai kita kerjakan DED-nya,” ujar Bupati Tasdi saat menerima apel kerja pagi gabungan di komplek perkantoran Dinas Koperasi dan UKM, Senin (16/4).

Keempat kantor dimaksud, yakni kantor DPMPTSP, Dinperindag, DinkopUKM serta Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar). Keempat gedung tersebut akan dibangun baru dengan konsep lebih modern dan representatif. Pembangunan gedung baru dilakukan lebih menjorok ke dalam memanfaatkan luas lahan yang ada. Sehingga nantinya memiliki halaman dan tempat parkir yang luas.

“Gedung Korpri kita pindah ke lokasi lain. Di tengahnya kita lengkapi bangunan showroom untuk memamerkan produk-produk Purbalingga,” jelasnya.

Saat memberikan pengarahan pada apel gabungan, Bupati juga menekankan pentingnya peningkataan peran rumpun ekonomi dalam menumbuhkan dan meningkatkan ekonomi kerakyatan. Karena menurut Bupati, peran ekonomi sangat signifikan dalam meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat yang berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Purbalingga.

Selain itu, sejumlah pekerjaan rumah mesti harus diwujudkan oleh OPD rumpun ekonomi. Pada DPMPTSP misalnya, terkait perijinan harus terus ditingkatkan pelayanannya. Bupati meminta pelayanan perijinan dan penanaman modal tidak lagi dilakukan secara manual namun harus dapat dilakukan secara online. SOP pelayanannya juga harus ditingkatkan dari yang semula menggunakan ukuran hari menjadi lebih cepat, tidak lebih dari 24 jam.

“Di bidang perdagangan, kita memiliki 20 pasar tradisional, Namun baru 3 pasar yang representatif yakni Pasar Segamas, Pasar Bobotsari dan Pasar Hartono. Kita tingkatkan secara bertahap, minimal tiap tahun ada 3 pasar tradisional yang kita rehab,” jelasnya.

Program Bela Beli Produk Purbalingga juga harus disukseskan. Tidak hanya sukses programnya, namun juga sukses pemberdayaanya. Jangan sampai program bela beli hanya menguntungkan satu pihak, tapi harus dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat Purbalingga,” tandasnya.

PR lainnya, lanjut Bupati, bagaimana menghidupkan koperasi-koperasi yang saat ini kondisinya mati suri.

Pada kesempatan itu, Bupati Tasdi kembali mengapresiasi petugas pengucap Panca Prasetya Korpri yang mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Kepada Endah Fitriani, Bupati langsung menyerahkan uang Rp 1 juta.

Usai apel gabungan, Bupati bersama sejumlah pejabat terkait melakukan peninjauan lokasi pembangunan kawasan Trade, Investment & Tourism. (Hr/humas)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here