PurbalinggaNewsThing thung thing breng iwak ayam
Sega jagung ora doyan
Jangan kangkung telalaran
Wuru gadhung gleyengan
Kudhung sarung nang petengan
Manjat nggunung nemu pangan
Ujare cimplung
Cempulek tempe baceman

LAGU dolanan anak pada zaman dahulu kala dengan logat Banyumasan itu, dinyanyikan berkali-kali oleh sekelompok anak-anak SMP Negeri 3 Purbalingga, dengan iringan alat musik Bumbeng atau Bumbung Breng.

Berjalan kaki sepanjang kurang lebih 3, 5 km , mulai dari ujung barat sampai ujung timur Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga, Sabtu (28/12/2019), anak-anak dari sekolah favorit itu selain menyanyikan lagu dolanan anak dengan judul Thing Thung Thing Breng, juga menyanyikan lagu “Gethuk” dan “Kanca Anyar”.

Ya, tiga lagu dolanan anak yang dibawakan dengan apik, diselingi tarian-tarian yang lemah gemulai, dan iringan musik Bumbeng yang rancak, serta kostum pemain yang artistik itu, menarik puluhan ribu penonton. Para penonton rela memadati sepanjang jalan di bawah terik matahari siang itu, dan ada yang memfoto maupun memvideo dengan smartphone.

Penampilan Seni tradisi dolanan anak “Bumbeng” (Bumbung Breng) yang ditampilkan SMP Negeri 3 Purbalingga pada Purbalingga Culture Vagansa itu, mampu meraih juara kedua untuk kategori pelajar.

“Penampilan seni tradisi dolanan anak Bumbeng atau Bumbung Breng dari SMP 3 Purbalingga sangat menarik dan unik. Terima kasih kepada anak-anak dan guru serta karyawan SMP 3 Purbalingga yang telah melestarikan seni yang sudah hilang ini. Dan penampilannya sangat menghibur,” ujar Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ, MM kepada wartawan usai menyaksikan penampilan seni tradisi dolanan anak “Bumbeng” SMP Negeri 3 Purbalingga pada Purbalingga Culture Vagansa.

Di panggung kehormatan, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, menerima sebuah alat musik Bumbeng dari salah seorang siswa SMPN 3 Purbalingga, Faozan Fadlil Dwi Atmoko.

Purbalingga Culture Vagansa yang merupakan gabungan dari Purbalingga Vagansa yang diikuti 118 orang, dan Pawai Budaya yang diikuti 62 grup kesenian, serta 5 bintang tamu, merupakan puncak kegiatan Hari jadi ke 189 Kabupaten Purbalingga tahun 2019.

Ikut mendampingi rombongan seni tradisi dolanan anak “Bumbeng” sepanjang jalan hingga finish di panggung kehormatan depan Bank Jateng Purbalingga, Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd, Waka Kesiswaan Drs. Haryono, guru SMP 3 Purbalingga terdiri Andi Prasetyo, S.Pd, Imam Sungada, S.Pd, Drs. Prasetiyo, Titik Andina, S.Pd, Nurul Dini Hardiani, S.Pd, M.Si dan pelatih, Junaidi.

Kepala SMP Negeri 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd merasa bangga atas prestasi yang diraih sekolahnya pada Purbalingga Culture Vaganza kali ini. “Sebagai sekolah yang berwawasan modern dan berkarater, kami tak lupa pada seni tradisional. Untuk itu, kami mengangkat seni Bumbeng ini, yang sekarang sudah punah, untuk dihidupkan lagi. Kalau tidak kita yang nguri-uri seni tradisi ini, siapa lagi?,” ujar Subarno.

Sejatinya, lanjut Subarno, seni Bumbeng mengajarkan anak-anak belajar kekompakan yang menghasilkan harmoni musik yang menarik. Seni ini, pada zaman dulu, dimainkan oleh anak-anak di pedesaan, pada saat malam hari saat bulan bersinar terang atau padhang mbulan.

Seiring perkembangan zaman, seni ini telah hilang. Anak-anak lebih senang bermain hand phone ketimbang bermain Bumbeng.

Pelatih seni Bumbeng, Junaidi menambahkan, pemain Bumbeng yang ikut memeriahkan Purbalingga Culture Vaganza kali terdiri 35 anak. Mereka memainkan alat-alat musik tradisional yang semuanya terbuat dari bambu wulung atau bambu pilihan. Yakni terdiri bumbeng 25 buah, kenthong bumpet 2 buah, kenthong Siskamling 2 buah, melodi gambang engklek 2 set, gong bumbung 4 buah, dan kendang sebuah.

“Kami membuat sendiri alat-alat musik itu, kecuali kendang. Setelah jadi, kami latih anak-anak. Mereka berlatih menari dan menyanyikan lagu-lagu dolanan, dengan iringan alat-alat musik tradisional Bumbeng itu,” ujar Junaidi, yang juga pelatih karawitan di SMP Negeri 3 Purbalingga ini.

Sementara itu, berdasarkan penilaian tim dewan juri Purbalingga Culture Vaganza yang diketuai Sri Pamekas, S.Pd, dari tiga kategori kejuaraan, hasilnya sebagai berikut. Juara 1 kategori pelajar SMPN 1 Bobotsari, juara 2 SMPN 3 Purbalingga dan juara 3 SMPN 1 Purbalingga.

Untuk kategori kecamatan, juara 1, 2 dan 3 terdiri kecamatan Pengadegan, Bukateja, dan Bojongsari. Sedangkan kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Vertikal, juara 1 Kantor Kemenag Purbalingga, juara 2 Kantor Inspektorat, dan juara 3 kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Purbalingga. (PI-7)

PURBALINGGA, INFO–Thing thung thing breng iwak ayam
Sega jagung ora doyan
Jangan kangkung telalaran
Wuru gadhung gleyengan
Kudhung sarung nang petengan
Manjat nggunung nemu pangan
Ujare cimplung
Cempulek tempe baceman

LAGU dolanan anak pada zaman dahulu kala dengan logat Banyumasan itu, dinyanyikan berkali-kali oleh sekelompok anak-anak SMP Negeri 3 Purbalingga, dengan iringan alat musik Bumbeng atau Bumbung Breng.

Berjalan kaki sepanjang kurang lebih 3, 5 km , mulai dari ujung barat sampai ujung timur Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga, Sabtu (28/12/2019), anak-anak dari sekolah favorit itu selain menyanyikan lagu dolanan anak dengan judul Thing Thung Thing Breng, juga menyanyikan lagu “Gethuk” dan “Kanca Anyar”.

Ya, tiga lagu dolanan anak yang dibawakan dengan apik, diselingi tarian-tarian yang lemah gemulai, dan iringan musik Bumbeng yang rancak, serta kostum pemain yang artistik itu, menarik puluhan ribu penonton. Para penonton rela memadati sepanjang jalan di bawah terik matahari siang itu, dan ada yang memfoto maupun memvideo dengan smartphone.

Penampilan Seni tradisi dolanan anak “Bumbeng” (Bumbung Breng) yang ditampilkan SMP Negeri 3 Purbalingga pada Purbalingga Culture Vagansa itu, mampu meraih juara kedua untuk kategori pelajar.

“Penampilan seni tradisi dolanan anak Bumbeng atau Bumbung Breng dari SMP 3 Purbalingga sangat menarik dan unik. Terima kasih kepada anak-anak dan guru serta karyawan SMP 3 Purbalingga yang telah melestarikan seni yang sudah hilang ini. Dan penampilannya sangat menghibur,” ujar Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ, MM kepada wartawan usai menyaksikan penampilan seni tradisi dolanan anak “Bumbeng” SMP Negeri 3 Purbalingga pada Purbalingga Culture Vagansa.

Di panggung kehormatan, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, menerima sebuah alat musik Bumbeng dari salah seorang siswa SMPN 3 Purbalingga, Faozan Fadlil Dwi Atmoko.

Purbalingga Culture Vagansa yang merupakan gabungan dari Purbalingga Vagansa yang diikuti 118 orang, dan Pawai Budaya yang diikuti 62 grup kesenian, serta 5 bintang tamu, merupakan puncak kegiatan Hari jadi ke 189 Kabupaten Purbalingga tahun 2019.

Ikut mendampingi rombongan seni tradisi dolanan anak “Bumbeng” sepanjang jalan hingga finish di panggung kehormatan depan Bank Jateng Purbalingga, Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd, Waka Kesiswaan Drs. Haryono, guru SMP 3 Purbalingga terdiri Andi Prasetyo, S.Pd, Imam Sungada, S.Pd, Drs. Prasetiyo, Titik Andina, S.Pd, Nurul Dini Hardiani, S.Pd, M.Si dan pelatih, Junaidi.

Kepala SMP Negeri 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd merasa bangga atas prestasi yang diraih sekolahnya pada Purbalingga Culture Vaganza kali ini. “Sebagai sekolah yang berwawasan modern dan berkarater, kami tak lupa pada seni tradisional. Untuk itu, kami mengangkat seni Bumbeng ini, yang sekarang sudah punah, untuk dihidupkan lagi. Kalau tidak kita yang nguri-uri seni tradisi ini, siapa lagi?,” ujar Subarno.

Sejatinya, lanjut Subarno, seni Bumbeng mengajarkan anak-anak belajar kekompakan yang menghasilkan harmoni musik yang menarik. Seni ini, pada zaman dulu, dimainkan oleh anak-anak di pedesaan, pada saat malam hari saat bulan bersinar terang atau padhang mbulan.

Seiring perkembangan zaman, seni ini telah hilang. Anak-anak lebih senang bermain hand phone ketimbang bermain Bumbeng.

Pelatih seni Bumbeng, Junaidi menambahkan, pemain Bumbeng yang ikut memeriahkan Purbalingga Culture Vaganza kali terdiri 35 anak. Mereka memainkan alat-alat musik tradisional yang semuanya terbuat dari bambu wulung atau bambu pilihan. Yakni terdiri bumbeng 25 buah, kenthong bumpet 2 buah, kenthong Siskamling 2 buah, melodi gambang engklek 2 set, gong bumbung 4 buah, dan kendang sebuah.

“Kami membuat sendiri alat-alat musik itu, kecuali kendang. Setelah jadi, kami latih anak-anak. Mereka berlatih menari dan menyanyikan lagu-lagu dolanan, dengan iringan alat-alat musik tradisional Bumbeng itu,” ujar Junaidi, yang juga pelatih karawitan di SMP Negeri 3 Purbalingga ini.

Sementara itu, berdasarkan penilaian tim dewan juri Purbalingga Culture Vaganza yang diketuai Sri Pamekas, S.Pd, dari tiga kategori kejuaraan, hasilnya sebagai berikut. Juara 1 kategori pelajar SMPN 1 Bobotsari, juara 2 SMPN 3 Purbalingga dan juara 3 SMPN 1 Purbalingga.

Untuk kategori kecamatan, juara 1, 2 dan 3 terdiri kecamatan Pengadegan, Bukateja, dan Bojongsari. Sedangkan kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Vertikal, juara 1 Kantor Kemenag Purbalingga, juara 2 Kantor Inspektorat, dan juara 3 kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Purbalingga. (PI-7)

Facebook Comments
Like
1