PurbalinggaNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mulai melakukan distribusi air bersih ke desa terdampak kekeringan. Tercatat ada tiga desa yang mengajukan surat permohonan bantuan air bersih pada BPBD Purbalingga yakni Desa Karanganyar, Desa Kaliori dan Desa Kedungbenda.

“Alhamdulillah kemarin (1/9) kita perdana droping air bersih di Desa Karanganyar Dusun 1 berjalan dengan lancar,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Purbalingga, Muhsoni (Soni) saat ditemui di kantornya, Rabu (2/9).

Soni menjelaskan distribusi air bersih kali ini masih terkendala belum adanya alat penampungan yang disediakan oleh desa. Meskipun demikian, droping air bersih tetap bisa berjalan dengan baik dan telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

“Jadi saat tangki air datang, warga tidak berkerumun di kanan kiri ember, mereka menjauh setelah itu baru mereka mengambil dengan tetap menjaga jarak,” ujarnya.

Ia berharap ke depan desa-desa yang terdampak kekeringan untuk dapat menyediakan alat penampungan air. Penampungan air ini dapat mempercepat proses distribusi air bersih sekaligus sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan.

“Penampungan air bisa berupa toren maupun bisa menggunakan terpal untuk menampung air, sehingga memudahkan petugas dan juga masyarakat untuk proses pengambilan air,” terang Soni.

Menurutnya, kekeringan tahun ini tidak begitu parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Karena masih ada sebagian sumur warga yang masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih.

“Harapan kita bersama tentunya ke depan cuaca tetap seperti ini artinya tidak terik sekali atau panas sekali dan beberapa hari ada hujan,” harapnya.

Soni menuturkan Dusun 1 Desa Karanganyar sudah terdistribusi sebanyak 15 ribu liter air atau 3 tangki. Distribusi air bersih dilanjutkan pada hari ini (2/9) di Dusun IV Desa Karanganyar sebanyak 4 tangki dan Desa Kaliori kurang lebih 6 tangki.

“Untuk Desa Kaliori selama ini 6 tangki, tapi mudah-mudahan ini kan kemaraunya masih permulaan jadi tidak sebanyak itu, sehingga anggaran yang sudah ada mudah-mudahan bisa mencukupi sampai berakhirnya musim kemarau,” pungkas Soni. (PI-7)