PURBALINGGA, INFO – Gelaran lomba merpati tinggi sangat meriah di Desa Karangpetir. Perlombaan tersebut memperebutkan piala Bupati Purbalingga Sabtu (16/12/2017) di lapangan Desa Karangpetir kecamatan kalimanah. Menurut ketua panitia lomba Hartanto, lomba tersebut dimaksudkan untuk merekatkan kekompakan antar pecinta merpati.

“Lomba ini selain untuk menyambut hari jadi Purbalingga ke-187 juga dimaksudkan untuk merekatkan hubungan serta kekompakan para pecinta merpati khususnya merpati tinggi,” kata Hartanto.

Lomba yang diikuti oleh 329 peserta tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah. Diantaranya Purbalingga, Cilacap, Kebumen bahkan ada yang dari Bandung Jawa Barat. Mereka mengaku tidak semata mencari kemenangan. Namun pengalaman dan sharing antar pecinta merpati tinggi adalah hal utama. Irman peserta dari Bandung menuturkan dia jauh dating dari Bandung mengikuti perlombaan merpati tinggi di Purbalingga karena dia mendengar perlombaan di Purbalingga banyak peminat dan sudah jadi destinasi wisata.

“Saya jauh-jauh dari Bandung ingin mencari pengalaman mengikuti perlombaan ini di Purbalingga dan mencari pengalaman mengenai merpati tinggi,” ujar Irman.

Yang menarik pada perlombaan yang dihelat pada 16-17 Desember adalah adanya wisatawan asing asal Turki yang penasaran akan perlombaan tersebut. Gokan warga Negara Turki tersebut mengatakan sangat menikmati  pertunjukan dari tukikan merpati yang meluncur. Dia mengaku terheran-heran merpati bisa dilatih untuk berlomba dan beradu kecepatan.

“Di Turki tidak ada yang seperti ini. Merpati dilatih untuk membalap satu sama lain. Mungkin ini hanya ada di Indonesia,” kata Gokan.

Memang perlombaan merpati tak melulu soal besaran uang hadiah yang jumlah tidak seberapa. Akan tetapi jika merpati menyabet juara di suatu perlombaan, harga sepasang merpati bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta. Hal itu dikarenakan sang merpati telah terbukti sebagai merpati yang handal dan bisa dipoles oleh sang pemilik.

Warga Desa karangpetir mengaku senang dengan perlombaan yang digelar Persatuan Merpati Tinggi Indonesia(PMTI) Purbalingga. Nilai ekonomi sangat dirasakan dengan dijajakannya berbagai macam makanan untuk para peserta. Ngadiyem berharap perlombaan seperti itu rutin dilaksanakan agar perekonomian bisa terdongkrak.

“saya senang dengan adanya lomba-lomba maupun acara seperti ini. Ini bisa menyedot pengunjung yang pasti akan membeli makanan yang tidak sedikit,” pungkas Ngadiyem.(PI-8)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here