KH. Nurkholis Masrur saat menyampaikan tauziyahnya pada kegiatan subuh berjamaah Plt. Bupati Purbalingga di masjid Nur Huda bersama warga desa Lambur Kecamatan Mrebet, Rabu (20/2).

PurbalinggaNews – Pemilihan umum (pemilu) serentak pada 17 April 2019 adalah sarana memilih pemimpin dan wajib hukumnya untuk diikuti seluruh masyarakat yang telah mempunyai hak pilih. Dalam menentukan pilihan tentunya tidak akan sama antara satu orang dengan yang lainnya, bahkan bisa terjadi dalam satu keluarga maupun dengan lingkungan sekitarnya.

“Namun jangan sampai tidak akur dalam keluarga maupun para tetangga sekitarnya gara-gara  beda pendapat atau beda pilihan, urusan pemilu jangan dibawa ke akhirat, itu akan merugikan diri kita sendiri,” kata KH. Nurkholis Masrur saat menyampaikan tauziyahnya pada kegiatan subuh berjamaah Plt. Bupati Purbalingga di masjid Nur Huda bersama warga desa Lambur Kecamatan Mrebet, Rabu (20/2).

KH. Nurkholis menambahkan, beda pendapat juga jangan sampai menyebabkan orang lain sakit hati karena cemoohan, celaan atau bahkan fitnahan dari kita yang terlalu bersemangat mendukung pilihan kita. “Karena kesalehan dunia lebih utama dari spiritualnya, sebagus apapun ibadah, harus peduli orang lain,” katanya.

KH. Nurkholis menyampaikan, orang yang berbuat baik kepada orang lainnya merupakan salah satu ciri ahli surga karena menurutnya ciri ahli surga ada  4 (empat) yaitu mukanya selalu berseri-seri, selalu menjaga lisannya yakni berbicara selalu baik enak didengarkan, ramah dan beriman bertakwa selalu istikomah serta tabbayun. Pentingnya berbuat baik kepada orang lain juga menjadi salah satu jaminan seseorang diterima di surga.

“Manusia yang akan diterima di surga adalah para ulama, haji yang mabrur, orang yang mati syahid dan loman (suka memberi/ber sedekah kepada orang lain,” katanya.

Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ. MM. dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta mensukseskan pemilu serentak dengan tetap mengedepankan kerukunan antar sesama masyarakat (umat), dengan ulama dan umaroh (pemerintah), menciptakan suasana kondusif tanpa terganggu perbedaan pilihan.

“Walaupun berbeda, jangan sampai hal itu menjadi penyebab rusaknya kerukunan, saatnya pemilihan nanti pada 17 April 2019 tidak boleh golput, karena memilih pemimpin itu wajib dan menjadi salah satu ibadah yang utama,” katanya.

Usai subuh berjamaah, Plt. Bupati menyerahkan bantuan kepada takmir masjid Nur Huda, berupa genset, alat ibadah dan bantuan operasional. Selanjutnya beramah tamah dengan Forkopimcam Mrebet dan juga warga Lambur sekaligus membagikan paket rasbangga dan lele untuk 266 penerima manfaat, paket sembako serta membagikan PMT ibu hamil dan PMT balita.. (t/ humpro2019)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here