Sekdes Kajongan menunjuk Gerobag Sampah untuk masyarakat Desa Kajongan

PurbalinggaNews – Demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas sampah, Pemerintah Desa (Pemdes) Kajongan menyiapkan 21 unit gerobag sampah untuk masyarakatnya. 21 unit gerobag sampah ini akan disalurkan pada 21 RT yang ada Desa Kajongan.

“Yang nanti akan saya distribusikan ke masing-masing RT, untuk waktunya dalam waktu dekat ini menunggu persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk pengangkutannya dan tempat pembuangan sampah sementara atau TPSnya,” kata Sekretaris Desa Kajongan, Makmur saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/3).

Fasilitasi gerobag sampah sendiri sudah direncanakan pada Tahun 2018 namun baru direalisasikan pada Tahun 2019 dengan pengadaan menggunakan Dana Desa (DD). Fasilitasi gerobag sampah ini dilatarbelakangi karena sampah masih menjadi masalah sejak lama di Desa tersebut.

“Kemudian, warga Desa Kajongan menginginkan sampah bisa dikelola supaya tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan. Maka masyarakat dengan usulannya lewat Musdes lalu lewat di Musrenbangdes Tahun 2017 waktu itu dan didanai Tahun 2018 kita dari desa untuk menyiapkan gerobak sampah,” ujar Makmur.

Gerobag sampah yang difasilitasi oleh Pemdes Kajongan ini masuk dalam program Pengelolaan Sampah. Pemdes setempat juga telah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Purbalingga terkait dengan pengelolaan sampah non organik.

“Nanti juga kita akan buat bank sampah, jadi sejak kemarin kita dengan DLH sudah ada sosialisasi tentang sampah organik dan non organic,  untuk organik dibuang ke tempat sampah kita bekerjasama dengan DLH kemudian yang non organik akan dikelola atau bekerjasama dengan pihak ketiga,” katanya.

Tahun ini, setelah adanya persetujuan dari BPD setempat terkait dengan pengolahan sampah di desa tersebut, Pemdes Kajongan akan mengalokasikan tanah untuk menjadi tempat pengolahan sampah. Hal ini dikarenakan selama ini kebanyakan masyarakat Desa Kajongan masih membuang sampah di sungai oleh karena itu perlu adanya tempat khusus untuk pengolahan sampah.

“Selama ini kan masyarakat masih buang sampah di pekarangannya sendiri bahkan sampai di sungai tapi memang kebanyakan di sungai makanya kita dari Pemdes itu berusaha semaksimal mungkin biar bisa ditempatkan sesuai dengan tempatnya,” jelas Makmur.

Untuk mengatasi persoalan sampah dan pengelolaan gerobag sampah, Pemdes Kajongan beserta BPD setempat akan membentu Peraturan Desa (Perdes). Hal ini agar penggunaan gerobag sampah di Desa Kajongan dapat digunakan dan difungsikan sesuai dengan aturan yang ada.

“Terus nanti bisa gerobag ini bisa digunakan seabgaimana mestinya, karena ini kan memang dikhususkan untuk bak sampah tidak untuk yang lain, jadi akan saya Perdeskan,” tegasnya.

Ia berharap dengan adanya fasilitasi gerobag sampah ini nantinya mampu menekan budaya buang sampah ke sungai. Dengan gerobag sampah itu pun nantinya masyarakat sadar untuk membuang sampah pada tempat yang semestinya dan dapat memilah sampah dengan baik.

“Seperti sekarang kan ada KKN Unsiq, kemarin kita difasilitasi dan dihubungkan dengan DLH terus DLH kesini  dan ada kerjasama dalam arti supaya nanti bagaimana bisa sampah diolah secara bermanfaat,” pungkas Makmur. (PI-7)

Facebook Comments
Like

1 COMMENT

Comments are closed.