PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2019 kepada DPRD Purbalingga, Rabu (18/3) di Ruang Rapat DPRD. Bupati memaparkan, apabila dilihat secara makro, kinerja pemerintah Kabupaten Purbalingga sampai dengan akhir tahun 2019 terus menunjukan peningkatan yang baik, apabila dilihat dari enam indikator pembangunan.

“Indikator pertama, tingkat kemiskinan menurun secara signifikan dari 18,98 persen pada tahun 2016 menjadi menjadi 15,03 persen pada Tahun 2019,” katanya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2015 sebesar 67,03  meningkat menjadi 68,99 pada Tahun 2019. Ekonomi Purbalingga mengalami pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada tahun 2019, dimana pertumbuhan tersebut berada diatas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 5,41 persen dan Nasional sebesar 5,02 persen.

“Tingkat Inflasi di Purbalingga Tahun 2019 dapat dipertahankan dalam tingkat yang rendah yaitu pada angka 2,59 persen,” katanya.

Hasil penilaian kinerja Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Purbalingga pada tahun 2019 untuk pertama kalinya mendapat katagori B dengan nilai 61,50. Sedangkan, Realisasi investasi terus meningkat, dimana pada tahun 2016 terealisasi sebesar Rp. 483,271 milyar dan tahun 2019 sebesar Rp. 679,69 milyard.

Selain pencapaian 6 indikator tersebut, Pemkab Purbalingga juga sedang berusaha mewujudkan beberapa hal. Diantaranya Pembangunan Mal Pelayanan Publik guna semakin meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat; Pengoperasian Bandara JB Soedirman; Pemenuhan sarana prasarana perkotaan guna meningkatkan pelayanan publik, antara lain penataan Alun-Alun Purbalingga dan pembangunan Purbalingga Food Center di Komplek GOR Goentoer Darjono. Melaksanakan Kerjasama dengan Perguruan Tinggi dalam peningatkan kinerja, antara lain dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB),  IAIN Purwokerto; dan Universitas Perwira Purbalingga;

”Untuk mengembangkan potensi wilayah dan ekonomi, pada tahun 2019 kami juga menjalin kerjasama dengan Perusahan Swasta asal Jepang Human Ring Cooperative untuk pengembangan pasar coconut sugar dan magang tenaga kerja Purbalingga di Jepang; kerjasama dagang Indonesia-Rusia untuk pemasaran gula Kristal organic melalui tiga perusahaan yaitu Moscow Nutspride, Ecofood, dan Goods Trading Company; dan Kerjasama dengan perusahaan e-commerce  ‘Bukalapak’ yang  meluncurkan program ‘Tuka-Tuku’ untuk pengembangan dan promosi produk unggulan UMKM melalui pasar Daring (Online Marketplace) Bukalapak,” tuurnya.

Tahun 2019 terdapat beberapa penghargaan yang diperoleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, sebagai bentuk apresiasi keberhasilan dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan masyarakat di segala bidang. Beberapa penghargaan tersebut diantaranya sebagai berikut : Penghargaan atas penyajian laporan keuangan daerah tahun 2018 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian, Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), Kabupaten Peduli Hak Azasi Manusia, Penghargaan Abiwara Pariwisata Tingkat Jawa Tengah, Penghargaan Dari Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng Dalam Hal Keterbukaan Informasi Publik.

Penghargaan Pariwisata  dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI), sebagai pengakuan dari LKNI atas perhatian Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam hal seni, budaya dan pariwisata. Penghargaan pengawasan kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) kategori A atau Memuaskan.(Gn/Humas)