PURBALINGGA – Jumlah kemiskinan di Jawa Tengah mengalami penurunan sebanyak 1 juta jiwa antara tahun 2014 hingga 2019. Hal itu disampaikan oleh Bupati Purbalingga yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Drs Agus Winarno MSi dalam acara Upacara Hari Jadi Ke-69 Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 saat membacakan Sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (15/8) di Halaman Pendopo Dipokusumo Purbalingga.

Proses bebrayan kita, kanthi penyengkuyungipun 35  Pangarsa Daerah ing Jateng ngasilaken capaian ingkang dereng kathah ingkang nyatet. Tuladhanipun angka kemiskinan, saking wulan Maret 2014 ngantos Maret 2019 6 sampun mandap 1.093.220 tiyang. Punika data BPS lho, mboten kula ingkang matur,” katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 5 tahun tersebut. Diantaranya mewujudkan Bandara Ahmad Yani Semarang menjadi bagus setelah dianggap paling jelek se Indonesia, bisa memberikan insentif kepada guru ngaji, Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bisa berbagi kebahagiaan kepada guru honorer SMA/SMK/SLB dengan memberikan gaji setara UMK, mendapatkan penghargaan dari KPK, Provinsi paling baik dalam hal investasi dan sebagainya.

Meski demikian, diakui masih banyak PR yang harus diselesaikan. Misalnya banyaknya anak usia sekolah yang mengadu nasib di jalanan, masih juga ditemukan pejabat yang korupsi. Banyak yang memberi masukan dari masyarakat agar Gubernur membangun gedung yang megah yang nantinya dikenang sebagai warisan pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo. Namun justru ada hal yang lebih penting dari itu.

Mbangun punapa kemawon ingkang sipatipun fisik, ketingal blegere’ punika gampil. Ingkang awrat punika mbangun manungsanipun. Mbangun mental saha karakteripun,” ungkap Gubernur.

Oleh karenannya dalam hal pembangunan mental dan karakter, Pemprov Jateng menggregetkan kembali reformasi birokrasi. Sudah tidak boleh lagi pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Tengah yang menerima upeti/imbalan/pungutan liar, meskipun berupa parsel, apa lagi potongan proyek. Menurutnya, antikorupsi tidak cukup dengan tindakan tapi harus dengan aturan atau kebiasaan, budaya.

Kula mboten purun, mangkenipun ing wekdal kula sampun mboten dados Gubernur malih, budaya setor proyek, dol tinuku jabatan utawi kintun parsel kedadosan malih,” tegas Gubernur.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tahun 2019 ini telah dibuatkan Pergub Pendidikan Antikorupsi. Diantaranya sepakat memberikan materi antikorupsi di Kurikulum dalam Diklat ASN lan sekolah-sekolah. Pambangunan Sumber Daya Manusia menjadi prioritas dalam pemerintahan kali ini.

Mboten namung ngelmu lan katrampilan kemawon, nanging ugi mental lan spiritual. Mboten cekap nyithak lare-lare pinter nanging ugi dados satria ingkang nggadhahi akhlak luhur sarta semangat kabangsan lan toleransi ingkang inggil,” katanya.(Gn/Humas)

Facebook Comments
Like