Sebanyak 40 orang tenaga Rumah Sakit Khusus Bersalin Daerah (RSKBD) Panti Nugroho mengikuti pelatihan Code Blue, Kamis (11/11)

PurbalinggaNews, Sebanyak 40 orang tenaga Rumah Sakit Khusus Bersalin Daerah (RSKBD) Panti Nugroho mengikuti pelatihan Code Blue. Pelatihan tersebut melibatkan tenaga medis dan non medis, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan RSB Panti Nugroho baik dokter, perawat maupun tenaga non medis seperti tenaga administrasi, satpam dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSKBD Panti Nugroho, dr Sulitya Rini Candra Dewi,  MKes saat pelaksanaan pelatihan di selasar RSKBD Panti Nugroho, Kamis (11/11). Code Blue merupakan kode isyarat yang digunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami serangan jantung  atau mengalami situasi gagal nafas akut.

“ Funsgi code blue untuk penanganan kalau ada kejadian pingsan, sehingga tenaga non medis dan medis bisa memberikan  pertolongan pertama. Kemudian jika ada bayi dengan aseksia yakni  gangguan dalam pengangkutan oksigen (O2) ke jaringan tubuh yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh dan pasien penyakit jantung  bisa ditanggulagi dengan penanganan code blue oleh tenaga medis,” ujarnya

Pelatihan Code Blue menurut Rini diharapkan penanganan lebih cepat, sehingga mengurangi resiko hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah diadakan pelatihan RSKBD Panti Nugroho juga akan membentuk tim code blue, yakni dengan dengan peningkatan kapasitas SDM rumah sakit dan pemenuhan sarana dan prasaran yang memadai.

“ Tim Code Blue nantinya bisa dipanggil sewaktu-waktu jika ada kejadian aseksia, penyakit jantung dan kepingsanan, sehingga pasien bisa tertanggulangi dengan cepat, tepat dan akurat,” katanya.

Kegiatan pelatihan Code blue telah dilakukan selama 2 hari mulai tangal 10-11 Oktober. Hari pertama diisi dengan pelatihan teori. Kemudian hari kedua materi praktek yang terbagi menjadi beberapa kelompok yakni medis dan non medis. Objek praktek tidak menggunakan manusia lagsung tapi menggunakan  menequin, ada yang dewasa dan bayi.

“ Pelatihan seperti ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun, agar kesiapan dan kesigapan tim bisa terjaga. Sehingga kualitas pelayanan RSKBD Panti Nugroho kepada pasien meningkat yang berimbas kepada meningkatnya kepuasan pelanggan,” katanya (PI-2)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here