Wono, Penanggung Jawab yasui Abadi saat acara pelepasan peserta magang Jepang

PurbalinggaNews- 20 peserta magang Jepang asal Kabupaten Purbalingga bersiap untuk mengikuti tahap seleksi nasional. Hal tersebut disampaikan Wono, penanggung jawab LPK Yasui Abadi Purbalingga saat acara penutupan pelatihan magang Jepang, Sening (14/10/2019) di aula Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) Kabupaten Purbalingga.

Wono mengatakan, ke-20 peserta yang telah mengikuti serangkaian pelatihan di Dinnaker Purbalingga tersebut mempunyai keunggulannya masing-masing terutama dari sisi penguasaan bahasa Jepang yang mutlak dipersyarakatkan. Menurutnya, secara umum 20 peserta tersebut telah melalui pelatihan sebagai bekal untuk seleksi di tingkat yang lebih tinggi yaitu nasional sehingga pihaknya optimis peserta dari Purbalingga itu mampu bersaing dengan daerah lain.

“Kami optimis 20 peserta dari Purbalingga ini mampu bersaing dan lolos untuk diberangkatkan ke Jepang,” katanya.

Dia menambahkan, selain bahasa, tes seperti tes fisik baik dari tinggi badan dan berat badan serta tes ketahanan yaitu lari bisa mereka kuasai. Dirinya pun mewanti tes yang akan dilaksanakan Desember mendatang tersebut harus diantisipasi dengan baik seperti cek kesehatan mata oleh para peserta karena sedikit mata minus saja akan membuyarkan mimpi mereka untuk merantau ke negeri sakura tersebut.

“Selama 40 hari ini telah digembleng dan dikarantina di Dinnaker Purbalingga. Dari fisik mereka mumpuni untuk tahap selanjutnya,” imbuhnya.

Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinnaker Purbalingga, Mugiyarto menjelaskan, pihaknya telah memperjuangkan alokasi anggaran untuk pelatihan bagi peserta magang Jepang selama 40 hari. Hal tersebut harus diimbangi dengan keseriusan serta kemantapan peserta dan orang tuanya untuk benar-benar berjuang agar bisa bekerja di Jepang. Kepada para orang tua, Mugiyarto meminta mereka untuk mengawasi perkembangan anaknya karena skill peserta tidak mutlak menjadi tanggung jawab Dinnaker Purbalingga.

“Dipantau juga kedisiplinnannya karena bekerja di Jepang membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi sehingga bapak ibu harus memantau hal ini,” pungkasnya. (KP-4).

Facebook Comments
Like