Peserta Kemah Budaya tengah mendengarkan penjelasan dari juru kunci Makam Adipati Onje, di Makam Adipati Onje, Rabu (10/10)

PurbalinggaNews – Sebanyak 146 yang terdiri dari 73 peserta putra dan 73 peserta putri Kemah Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga diajak menjelajahi berbagai macam situs dan cagar budaya yang ada di Desa Onje. Mereka diajak berkeliling untuk mengenal dan memahami berbagai macam cagar budaya yang sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Jelajah situs cagar budaya di Desa Onje didampingi langsung oleh tokoh masyarakat setempat yang menjelaskan secara langsung cagar budaya di sana. Para peserta diajak untuk aktif berinteraksi dengan juru kunci dan juru rawat cagar budaya Desa Onje.

Awalnya peserta diajak mengunjungi Makam Adipati Onje dan mendengarkan secara langsung penjelasan dari juru kunci terkait makam tersebut. Kemudian penjelajahan peserta kemah budaya dilanjutkan dengan mengamati arca batu dan mendengarkan penjelasan langsung dari juru rawat cagar budaya di sana.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju jojok telu atau kedung pertelu yang merupakan pertemuan tiga sungai yakni Sungai Paku, Sungai Paingan, dan Sungai Tlahab. Peserta juga diajak untuk mengamati situs purbakala batu dakon di desa tersebut. Dilanjutkan dengan melihat Makam Raden Sayyid Kuning dan terakhir mengenal tentang Masjid Sayyid Kuning.

“Jelajah ini memang diadakan jelajah ke setiap cagar budaya yang ada di wilayah Desa Onje agar anak-anak tahu situs-situs yang ada di Desa Onje,” kata Kasi Cagar Budaya, Permuseuman dan Sejarah pada Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Sudino saat ditemui di sela-sela kegiatan penjelajahan di Desa Onje, Rabu (10/10).

Setelah peserta kemah budaya mengenal situs cagar budaya di Desa Onje, diharapkan mampu mengenalkan situs cagar budaya ini kepada rekan-rekannya. Sehingga situs cagar budaya di Desa Onje dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Karena nantinya setelah tahu kan akhirnya bisa sebagai salah satu destinasi wisata yakni wisata sejarah dan wisata religi,” ujar Sudino.

Ia berpesan nantinya setelah peserta kemah budaya ini mengetahui ragam cagar budaya yang ada di Desa Onje dapat melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah dan lebih mengenal cagar budaya setempat. Agar nantinya cagar budaya yang ada di Purbalingga terutama Desa Onje dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Karena siapa lagi yang akan melestaraikan kalau bukan dari diri kita sendiri dari generasi muda dan dari mereka peserta kemah budaya,” ungkap Sudino.

Muhammad Khiarudin (40), Juru Kunci Makam Adipati Onje mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran para peserta Kemah Budaya di Desa Onje. Hal ini tentunya sangat membantu sekali agar buadaya yang ada tidak hilang begitu saja.

“Kemah budaya disini sangat membantu kami karena generasi penerus ini nantinya bisa lebih meningkatkan kecintaannya terhadap budaya yang ada,” ujarnya.

Ia mengharapkan natinya Kemah Budaya tidak hanya satu kali saja dilaksanakan di Desa Onje. Namun, kemah budaya ini dapat dilakukan di Desa Onje kembali lain waktu sehingga akan lebih banyak generasi penerus yang mengenal dan tahu situs cagar budaya yang di Desa Onje.

“Karena tujuan utamanya kan supaya sejarah dan budaya yang kita miliki ini tidak hilang, kemudian mereka juga bisa menghidupkan lagi dalam arti anak-anak muda tidak hanya mengenang sejarah dan budaya tapi bisa menjadi pelaku budaya,” pungkas Muhammad Khairudin. (PI-7)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here