PurbalinggaNews – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga menyatakan sebanyak 1.463 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Purbalingga dalam kategori rawan. Kategori tersebut berdasarkan hasil pemetaan terhadap TPS yang ada di wilayah Purbalingga.

Komisioner Bawaslu Purbalingga Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Misrad mengatakan TPS yang merupakan kategori rawan merupakan hasil pemetaan Bawaslu yang dilakukan sejak tanggal 6-11 April kemarin. Jumlah tersebut sekitar separuh dari total 2,898 TPS di wilayah Purbalingga.

“Ada beberapa kategori yang menyebabkan TPS masuk kategori rawan, yaitu ada Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Adanya Daftar Pemilih Khusus (DPK). Dekat dengan rumah sakit, dekat perguruan tinggi dan dekat lembaga pendidikan,” katanya saat ini sedang ditemui di Medi Center Bawaslu Purbalingga, Senin (15/4).

Misrad menambahkan TPS dikategorikan rawan juga ada yang menyediakan uang atau barang saat kampanye di TPS. Terrdapat praktik menghina / menghasut antara pemilih terkait isu ras, agama dan golongan di sekitar TPS. Petugas KPPS berkampenye di lokasi TPS. Selanjutnya TPS berada di lokasi posko dan kampanye serta logistik / perlengkapan pemungutan suara yang mengalami kerusakan.

“Bawaslu telah melakukan menentang terhadap potensi yang ada sehingga tidak ada masalah saat pemungutan suara, serta berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mengambil langkah-langkah perbaikan. Selebihnya tentu pengawasan yang intensif oleh jajaran pengawas Pemilu di beberapa TPS rawan tersebut, ”katanya.

Ketentuan Baru Dalam Pemungutan Suara

Ketua Terpisah Bawaslu Purbalingga Imam Nurhakim mengatakan dalam proses pemungutan suara ada ketentuan baru yang diperlukan baik oleh penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu, maupun para pemilih. Pasal 46 Ayat (1) Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2019 yaitu ‘pada pukul 13.00 waktu lokal.

Mekanismenya Ketua KPPS mengumumukan yang diizinkan memberikan suara hanya pemilih yang menunggu menunggu untuk memberikan suara dan telah disetujui mengumpulkannya dalam bentuk model C7.DPT-KPU, model C7.DPTb-KPU dan model C7.DPK-KPU;

“Atau pemilih yang telah hadir dan sedang dalam antrean untuk dicatatkan dalam koleksi model C7.DPT-KPU, model C7.DPTb-KPU, dan model C7.DPK-KPU,” katanya. (PI-2)

Facebook Comments
Like